Cuplikan Dari buku “The Choice” Ahmad Deedath
Di dalam kamus “News Collins” (News Collin Dictionary), Incest di artikan: “Hubungan seksual antara dua orang yang mempunyai hubungan yang sangat dekat (persaudaraan).
Pada umumnya pembaca akan kaget mendapatkan judul seperti itu dalam sebuah kitab yang diatributkan kepada Tuhan: “Hubungan seksual antara seorang mertua (Yehuda) dengan menantunya perempuannya (Tamar), yang kemudian dari hasil perzinahan tersebut lahirlah anak haram bernama Peres dan Zera (Kejadian 38: 1-30) yang kemudian menjadi nenek-moyang Jesus Kristus. (Matius, 1: 1-6).
Anda harus membacanya sendiri di dalam Alkitab (Bible) agar dapat mempercayainya!

PERZINAHAN ANTARA MERTUA DAN MENANTU PEREMPUANNYA.
Kejadian 38: 1-30 (YEHUDA DAN TAMAR)
1.Pada waktu itu Yehuda meninggalkan saudara-saudaranya dan menumpang pada seorang Adulam, yang namanya hira. 2.Disitu Yehuda melihat anak perempuan seorang Kanaan; nama orang itu ialah Syua. Lalu Yehuda kawin dengan perempuan itu dan menghampirinya. 3.Perempuan itu mengandung, lalu melahirkan seorang anak laki-laki dan menamai anak itu Er. 4.Sesudah itu perempuan itu mengandung lagi, lalu melahirkan seorang anak laki-laki dan menamai anak itu Onan. 5.Kemudian perempuan itu melahirkan seorang nak laki-laki sekali lagi, dan menamai anak itu Syela. Yehuda sedang berada di Kezib, ketika anak itu dilahirkan.
6.Sesudah itu Yehuda mengambil bagi Er, anak sulingnya, seorang isteri, yang bernama Tama. 7.Tetapi Er, anak sulung Yehuda itu, adalah jahat di mata TUHAN, maka TUHAN membunuh dia. 8.Lalu berkatalah Yehuda kepada Onan: “Hampirilah isteri kakakmu itu, kawinlah dengan dia sebagai ganti kakakmu dan bangkitkanlah keturunan bagi kakakmu.” 9.Tetapi Onan tahu, bahwa bukan ia yang empunyai keturunan nanti, sebab itu setiap kali ia menghamiri isteri kakaknya itu, ia membiarkan maninya terbuang, supaya ia jangan memberi keturunan kepada kakaknya. 10.Tetapi yang dilakukan nya itu adalah jahat di mata TUHAN, maka TUHAN membunuh dia juga. 11.Lalu berkatalah Yehuda kepada Tamar, menantunya itu,”Tinggallah sebagai janda di rumah ayahmmu, sampai anakku Syela itu besar,” sebab pikirnya: “Jangan-jangan ia mati seperti kedua kakaknya itu.” Maka pergilah Tamar dan tinggal di rumah ayahnya.
12.Setelah beberapa lama matilah anak Syua, isteri Yehuda. Habis berkabung pergilah Yehuda ke Timna, kepada orang-orang yang menggunting bolu domba-dombanya, bersama dengan Hira, sahabatnya, orang Adulam itu. 13.Ketika dikabarkan kepada Tamar: “Bapa mertuamu sedang di jalan ke Timna untuk menggunting bulu domba-dombanya,” 14.maka ditanggalkannya pakaian kejandaannya, ia bertelekung dan berselubung, lalu pergi duduk di pintu masuk ke Enaim yang di jalan ke Timna, karena dilihatnya, bahwa Syela telah menjadi besar, dan dia tidak diberikan juga kepada Syela itu untuk menjadi isterinya. 15.Ketika Yehuda melihat dia, disangkanyalah dia seorang perempuan sundal, karena ia menutupi mukanya. 16.Lalu berpalinglah Yehuda mendapatkan perempuan yang di pinggir jalan itu serta berkata: “Marilah, akumau menghampiri engkau,” sebab ia tidak tahu, bahwa perempuan itu menantunya. Tanya perempuan itu: “Apakah yang akan kau berikan kepadaku, jika engkau menghampiri aku?” 17.Jawabnya: “Aku kan mengirimkan kepadamu seekor anak kambing dari kambing-kambingku.” Kata perempuan itu: “Asal engkau memberikan tanggungannya, sampai engkau mengirimkannya kepadaku.” 18. Tanyanya: “Apakah tanggungan yang harus kuberikan kepadamu?” Jawaab perempuan itu: “Cap meteraimu serta kalungmu dan tongkat yang ada di tanganmu itu.” Lalu diberikannyalah semuanya itu kepadanya, maka ia menghampirinya. Perempuan itu mengandung dari padanya. 19. Bangunlah perempuan itu, lalu pergi, ditanggalkannya telekungnya dan dikenakannya pula pakaian kejandaannya.
20.Adapun Yehuda, ia mengirimkan anak kambing itu dengan perantaraan sahabatnya, orang Adulam itu, untuk mengambil kembali tanggungannya dari tangan perempuan itu, tetapi perempuan itu tidak dijumpainya lagi. 21.Ia bertanya-tanya di tempat tinggal perempuan itu: “Di manakan perempuan jalang, yang duduk tadinya di pinggir jalan di Enaim itu?” Jawab mereka: “Tidak ada di sini perempuan jalang.” 22.Kembalilah ia kepada Yehuda dan berkata: “Tidak ada kujumpai dia; dan juga orang-orang di tempat berkata: “Tidak ada perempuan jalang di sini.” 23.Lalu berkatalah Yehuda: “Biarlah barang-barang itu dipegangnya, supaya kita jangan menjadi buah olok-olok orang; sunggulah anak kambing itu telah kukirimkan, tetapi engkau tidak menjumpai perempuan itu.”
24.Sesudah kira-kira tiga bulan dikabarkanlah kepada Yehuda: “Tamar, menantumu bersundal, bahkan telah mengandung dari persundalannya itu.” Lalu kata Yehuda: “Bawalah perempuan itu, supaya dibakar.” 25.Waktu dibawa, perempuan itu menyuruh orang kepada mertuanya mengatakan: “Dari laki-laki yang empunya barang-barang inilah aku mengandung.” Juga dikatakannya: “Periksalah, siapa yang empunya cap meterai serra kalung dan tongkat ini?” 26.Yehuda memeriksa barang-barang itu, lalu berkata: “Bukan aku, tetapi perempuan itulah yang benar, karena memang aku tidak memberikan dia kepada Syela, anakku.” Dan ia tidak bersetubuh lagi dengan perempuan itu.
27.Pada waktu perempuan itu hendak bersalin, nyatalah ada anak kembar dalam kandungannya. 28.Dan ketika ia bersaling, seorang dari anak itu mengeluarkan tanganya, lalu dipegang oleh bidan, diikatnya dengan benang kirmizi serta berkata: “Inilah anak yang lebih dahulu keluar.” 29.Ketika anak itu menarik tangannya kembali, keluarlah saudaranya laki-laki, dan bidan itu berkata: “Alangkah kuatnya engkau menembus ke luar,” Maka anak itu dinamai Peres. 30.Sesudah itu keluarlah saudaranya laki-laki yang tangannya telah berikat benang kirmizi itu, lalu kepadanya diberi nama Zerah.
Perhatikan nama-nama di atas: 1.Yehuda, 2.Tamar, 3.Peres, dan 4.Zera (Peres dan Zera adalah nama-nama bayi kembar hasil perzinahan antara Yehuda dengan menantunya Tamar.
Kemudian bukalah Alkitab Anda pada Injil Matius 1:1 dan lihatlah silsilah Jesus Kristus di bawah ini:
1:1. Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham. 1:2 Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya, 1:3 Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, Peres memperanakkan Hezron, Hezron memperanakkan Ram. (dan seterusnya..)
Dari nama-nama inilah Jesus Kristus memiliki keturunan,
PORNOGRAFI
Referensi di bawah ini di ambil dari sebuah Kitab yang di akui sebagai firman dari Tuhan:
• HUBUNGAN SEKSUAL ANTARA AYAH DAN DUA ANAK PEREMPUANNYA.
Kejadian 19: 30-36 (Lot dan kedua anak perempuannya)
30.Pergilah lot dari Zoar dan ia menetap bersama-sama dengan kedua anaknya perempuan di pegunungan, sebab ia tidak berani tinggal di Zoar, maka diamlah ia dalam suatu gua beserta kedua anaknya. 31.Kata kakaknya kepada adiknya: “Ayah kita telah tua, dan tidak ada laki-laki di negeri ini yang dapat menghampiri kita, seperti kebiasaan seluruh bumi. 32.Marilah kita beri ayah kita minuman anggur, lalu kita tidur dengan dia, supaya kita menyambung keturunan dari ayah kita.” 33.Pada malam itu mereka memberi mereka minuman anggur, lalu masuklah yang lebih tua untuk tidur dengan ayahnya; dan ayahnya itu tidak mengetahui ketika anaknya itu tidur dan ketika ketika ia bangun. 34.Keesokan harinya berkatalah kakaknya kepada adinya: “Tadi malam aku telah tidur dengan ayah; baiklah malam ini juga kita beri dia minum anggur; masuklah engkau untuk tidur dengan dia, supaya kita menyambung keturunan dari ayah kita.” 35.Demikianlah juga pada malam itu mereka memberi ayah mereka minum anggur, lalu bangunlah yang lebih muda untuk tidur dengan ayahnya; dan ayahnya itu tidak mengetahui ketika anaknyaitu tidur dan ketika ia bangun. 36.Lalu mengandunglah kedua anak Lot itu dari ayah mereka.
• HUBUNGAN SEKSUAL ANTARA IBU DENGAN ANAK LAKI-LAKINYA.
(Kejadian 35: 22).
22. Ketika Israel ( nama lain dari Yakub) diam di negeri ini, terjadilah bahwa Ruben sampai tidur dengan Bilha, gundik ayahnya, dan kedengaranlah hal itu kepada israel.
• ANAK LAKI-LAKI MEMPERKOSA IBUNYA
2 Samuel 16: 21-23)
16:21 Lalu jawab Ahitofel kepada Absalom: “Hampirilah gundik-gundik ayahmu yang ditinggalkannya untuk menunggui istana. Apabila seluruh Israel mendengar, bahwa engkau telah membuat dirimu dibenci oleh ayahmu, maka segala orang yang menyertai engkau, akan dikuatkan hatinya.”
16:22 Maka dibentangkanlah kemah bagi Absalom di atas sotoh, lalu Absalom menghampiri gundik-gundik ayahnya di depan mata seluruh Israel.
16:23 Pada waktu itu nasihat yang diberikan Ahitofel adalah sama dengan petunjuk yang dimintakan dari pada Allah; demikianlah dinilai setiap nasihat Ahitofel, baik oleh Daud maupun oleh Absalom.
SEORANG KAKAK LAKI-LAKI BERHUBUNGAN DENGAN ADIK PEREMPUANNYA
2 Samuel 13:1-20
13:1. Sesudah itu terjadilah yang berikut. Absalom bin Daud mempunyai seorang adik perempuan yang cantik, namanya Tamar; dan Amnon bin Daud jatuh cinta kepadanya.
13:2 Hati Amnon sangat tergoda, sehingga ia jatuh sakit karena Tamar, saudaranya itu, sebab anak perempuan itu masih perawan dan menurut anggapan Amnon mustahil untuk melakukan sesuatu terhadap dia.
13:3 Amnon mempunyai seorang sahabat bernama Yonadab, anak Simea kakak Daud. Yonadab itu seorang yang sangat cerdik.
13:4 Katanya kepada Amnon: “Hai anak raja, mengapa engkau demikian merana setiap pagi? Tidakkah lebih baik engkau memberitahukannya kepadaku?” Kata Amnon kepadanya: “Aku cinta kepada Tamar, adik perempuan Absalom, saudaraku itu.”
13:5 Lalu berkatalah Yonadab kepadanya: “Berbaringlah di tempat tidurmu dan berbuat pura-pura sakit. Apabila ayahmu datang menengok engkau, maka haruslah engkau berkata kepadanya: Izinkanlah adikku Tamar datang memberi aku makan. Apabila ia menyediakan makanan di depan mataku, sehingga aku dapat melihatnya, maka aku akan memakannya dari tangannya.”
13:6 Sesudah itu berbaringlah Amnon dan berbuat pura-pura sakit. Ketika raja datang menengok dia, berkatalah Amnon kepada raja: “Izinkanlah adikku Tamar datang membuat barang dua kue di depan mataku, supaya aku memakannya dari tangannya.”
13:7 Lalu Daud menyuruh orang kepada Tamar, ke rumahnya, dengan pesan: “Pergilah ke rumah Amnon, kakakmu dan sediakanlah makanan baginya.”
13:8 Maka Tamar pergi ke rumah Amnon, kakaknya, yang sedang berbaring-baring, lalu anak perempuan itu mengambil adonan, meremasnya dan membuat kue di depan matanya, kemudian dibakarnya kue itu.
13:9 Sesudah itu gadis itu mengambil kuali dan mengeluarkan isinya di depan Amnon, tetapi ia tidak mau makan. Berkatalah Amnon: “Suruhlah setiap orang keluar meninggalkan aku.” Lalu keluarlah setiap orang meninggalkan dia.
13:10 Lalu berkatalah Amnon kepada Tamar: “Bawalah makanan itu ke dalam kamar, supaya aku memakannya dari tanganmu.” Tamar mengambil kue yang disediakannya itu, lalu membawanya kepada Amnon, kakaknya, ke dalam kamar.
13:11 Ketika gadis itu menghidangkannya kepadanya supaya ia makan, dipegangnyalah gadis itu dan berkata kepadanya: “Marilah tidur dengan aku, adikku.”
13:12 Tetapi gadis itu berkata kepadanya: “Tidak kakakku, jangan perkosa aku, sebab orang tidak berlaku seperti itu di Israel. Janganlah berbuat noda seperti itu.
13:13 Dan aku, ke manakah kubawa kecemaranku? Dan engkau ini, engkau akan dianggap sebagai orang yang bebal di Israel. Oleh sebab itu, berbicaralah dengan raja, sebab ia tidak akan menolak memberikan aku kepadamu.”
13:14 Tetapi Amnon tidak mau mendengarkan perkataannya, dan sebab ia lebih kuat dari padanya, diperkosanyalah dia, lalu tidur dengan dia.
13:15 Kemudian timbullah kebencian yang sangat besar pada Amnon terhadap gadis itu, bahkan lebih besar benci yang dirasanya kepada gadis itu dari pada cinta yang dirasanya sebelumnya. Lalu Amnon berkata kepadanya: “Bangunlah, enyahlah!”
13:16 Lalu berkatalah gadis itu kepadanya: “Tidak kakakku, sebab menyuruh aku pergi adalah lebih jahat dari pada apa yang telah kaulakukan kepadaku tadi.” Tetapi Amnon tidak mau mendengarkan dia.
13:17 Dipanggilnya orang muda yang melayani dia, katanya: “Suruhlah perempuan ini pergi dari padaku dan kuncilah pintu di belakangnya.”
13:18 Gadis itu memakai baju kurung yang maha indah; sebab demikianlah puteri-puteri raja yang masih perawan berpakaikan baju kurung panjang. Kemudian pelayan itu menyuruh dia keluar, lalu mengunci pintu di belakangnya.
13:19 Lalu Tamar menaruh abu di atas kepalanya, mengoyakkan baju kurung yang maha indah yang dipakainya, meletakkan tangannya di atas kepalanya dan pergilah ia sambil meratap dengan nyaring.
13:20 Bertanyalah Absalom, kakaknya, kepadanya: “Apakah Amnon, kakakmu itu, bersetubuh dengan engkau? Maka sekarang, adikku, diamlah saja, bukankah ia kakakmu, janganlah begitu memikirkan perkara itu.” Lalu Tamar tinggal di rumah Absalom, kakaknya itu, seorang diri.
• DUA ORANG PEREMPUAN BERSAUDARA BERKOMPETISI DALAM HAL PROSTITUSI
Yehezkiel 23: 1-35
23:1. Datanglah firman TUHAN kepadaku:
23:2 “Hai anak manusia, ada dua orang perempuan, anak dari satu ibu.
23:3 Mereka bersundal di Mesir, mereka bersundal pada masa mudanya; di sana susunya dijamah-jamah dan dada keperawanannya dipegang-pegang.
23:4 Nama yang tertua ialah Ohola dan nama adiknya ialah Oholiba. Mereka Aku punya dan mereka melahirkan anak-anak lelaki dan perempuan. Mengenai nama-nama mereka, Ohola ialah Samaria dan Oholiba ialah Yerusalem.
23:5 Dan Ohola berzinah, sedang ia Aku punya. Ia sangat berahi kepada kekasih-kekasihnya, kepada orang Asyur, pahlawan-pahlawan perang,
23:6 berpakaian kain ungu tua, bupati-bupati dan penguasa-penguasa, semuanya pemuda yang ganteng, pasukan kuda.
23:7 Ia melakukan persundalannya dengan mereka, semuanya orang Asyur pilihan; ia menajiskan dirinya dengan semua orang, kepada siapa ia berahi dan dengan berhala-berhalanya.
23:8 Ia tidak meninggalkan persundalannya yang dilakukannya sejak dari Mesir, sebab pada masa mudanya orang sudah menidurinya, dan mereka memegang-megang dada keperawanannya dan mencurahkan persundalan mereka kepadanya.
23:9 Oleh sebab itu Aku menyerahkan dia ke dalam tangan kekasih-kekasihnya, dalam tangan orang Asyur, kepada siapa ia berahi.
23:10 Mereka menyingkapkan auratnya, anak-anaknya lelaki dan perempuan ditangkap dan ia sendiri dibunuh dengan pedang. Dengan demikian namanya dipercakapkan di antara kaum perempuan sebab hukuman telah dijatuhkan atasnya.
23:11. Walaupun hal itu dilihat oleh adiknya, Oholiba, ia lebih berahi lagi dan persundalannya melebihi lagi dari kakaknya.
23:12 Ia berahi kepada orang Asyur, kepada bupati-bupati dan penguasa-penguasan kepada pahlawan-pahlawan perang yang pakaiannya sangat sempurna, kepada pasukan kuda, semuanya pemuda yang ganteng.
23:13 Aku melihat bahwa ia menajiskan diri; kelakuan mereka berdua adalah sama.
23:14 Bahkan, ia menambah persundalannya lagi: ia melihat laki-laki yang terukir pada dinding, gambar orang-orang Kasdim, diukir dalam warna linggam,
23:15 pinggangnya diikat dengan ikat pinggang, kepalanya memakai serban yang berjuntai, semuanya kelihatan seperti perwira, yang menyerupai orang Babel dari Kasdim, tanah kelahiran mereka.
23:16 Segera sesudah kelihatan oleh matanya ia berahi kepada mereka dan mengirim suruhan kepada mereka ke tanah Kasdim.
23:17 Maka orang Babel datang kepadanya menikmati tempat tidur percintaan dan menajiskan dia dengan persundalan mereka; sesudah ia menjadi najis oleh mereka, ia meronta dari mereka.
23:18 Oleh karena ia melakukan persundalannya dengan terang-terangan dan memperlihatkan sendiri auratnya, maka Aku menjauhkan diri karena jijik dari padanya, seperti Aku menjauhkan diri dari adiknya.
23:19 Ia melakukan lebih banyak lagi persundalannya sambil teringat kepada masa mudanya, waktu ia bersundal di tanah Mesir.
23:20 Ia berahi kepada kawan-kawannya bersundal, yang auratnya seperti aurat keledai dan zakarnya seperti zakar kuda.
23:21 Engkau menginginkan kemesuman masa mudamu, waktu orang Mesir memegang-megang dadamu dan menjamah-jamah susu kegadisanmu.
23:22. Oleh sebab itu, hai Oholiba, beginilah firman Tuhan ALLAH, memang engkau sudah menjauhkan dirimu dari kekasih-kekasihmu, tetapi sungguh, Aku akan menyuruh mereka bergerak melawan engkau; Aku akan membawa mereka melawan engkau dari sekitarmu:
23:23 orang Babel dan semua orang Kasdim, orang Pekod, orang Soa dan orang Koa, dan semua orang Asyur bersama mereka, pemuda yang ganteng, bupati-bupati dan para penguasa semuanya, perwira-perwira dan pahlawan-pahlawan perang, pasukan kuda semuanya.
23:24 Mereka datang melawan engkau dengan banyak kereta dan roda-roda dan dengan sekumpulan bangsa-bangsa; mereka akan menyusun perisai besar dan kecil dan ketopong di sekitarmu melawan engkau, dan Aku akan menyerahkan perkara ini di hadapannya dan mereka akan menghakimi engkau menurut hukum mereka.
23:25 Aku akan membalaskan cemburuan-Ku kepadamu, sehingga mereka memperlakukan engkau dengan kemurkaan, hidung dan telingamu akan dikerat dan sisamu akan mati rebah oleh pedang. Mereka akan menangkap anak-anakmu lelaki dan perempuan dan sisamu akan dimakan api.
23:26 Mereka akan menelanjangi engkau dan merampas perhiasan-perhiasanmu.
23:27 Aku akan membuat engkau menghentikan kemesumanmu dan persundalanmu sejak dari tanah Mesir, sehingga engkau tidak lagi melirik kepada mereka dan tidak lagi mengingat-ingat orang Mesir.
23:28 Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH: Lihat, Aku akan menyerahkan engkau ke dalam tangan orang yang kaubenci, walaupun engkau sudah menjauhkan diri dari mereka.
23:29 Mereka akan memperlakukan engkau dengan kebencian dan akan merampas segala hasil jerih payahmu dan meninggalkan engkau telanjang bugil, sehingga aurat persundalanmu kelihatan. Kemesumanmu dan persundalanmu
23:30 mendatangkan hal ini atasmu, karena engkau bersundal dengan mengandalkan bangsa-bangsa dan menajiskan dirimu dengan berhala-berhala mereka.
23:31 Engkau hidup mengikuti kelakuan kakakmu, sebab itu Aku akan memberi engkau minum dari pialanya.
23:32 Beginilah firman Tuhan ALLAH: Engkau harus minum dari piala kakakmu, piala yang dalam dan lebar mulutnya, yaitu piala yang banyak isinya; menjadi tertawaan dan olok-olok engkau.
23:33 Engkau akan penuh kemabukan dan dukacita. Piala kengerian disertai kesunyian ialah piala kakakmu Samaria.
23:34 Engkau meminumnya beserta ampasnya, sampai mengunggis pecahan-pecahannya dan engkau merabitkan susumu. Sebab Aku yang mengatakannya, demikianlah firman Tuhan ALLAH.
23:35 Oleh sebab itu, beginilah firman Tuhan ALLAH: Oleh karena engkau melupakan Aku dan membelakangi Aku, sekarang tanggung sendirilah kemesumanmu dan persundalanmu.”
HOMOSEKS DAN LESBIAN
Roma 1: 26-27
1:26 Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan, sebab isteri-isteri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tak wajar.
1:27 Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka.
• SEORANG AYAH MENYERAHKAN ANAK PEREMPUANNYA YANG MASIH PERAWAN DAN ISTERINYA KEPADA SEKELOMPOK ORANG UNTUK DIPERKOSA. MEREKA MEMPERMAINKANNYA SAMPAI PAGI, KARENA KELELAHAN AKHIRNYA WANITA ITU MATI, TAPI OLEH TUANNYA MAYAT ITU DIPOTONG-POTONG MENJADI 12 BAGIAN.
Hakim-hakim 19: 22-29
19:22. Tetapi sementara mereka menggembirakan hatinya, datanglah orang-orang kota itu, orang-orang dursila, mengepung rumah itu. Mereka menggedor-gedor pintu sambil berkata kepada orang tua, pemilik rumah itu: “Bawalah ke luar orang yang datang ke rumahmu itu, supaya kami pakai dia.”

19:23 Lalu keluarlah pemilik rumah itu menemui mereka dan berkata kepada mereka: “Tidak, saudara-saudaraku, janganlah kiranya berbuat jahat; karena orang ini telah masuk ke rumahku, janganlah kamu berbuat noda.
19:24 Tetapi ada anakku perempuan, yang masih perawan, dan juga gundik orang itu, baiklah kubawa keduanya ke luar; perkosalah mereka dan perbuatlah dengan mereka apa yang kamu pandang baik, tetapi terhadap orang ini janganlah kamu berbuat noda.”
19:25 Tetapi orang-orang itu tidak mau mendengarkan perkataannya. Lalu orang Lewi itu menangkap gundiknya dan membawanya kepada mereka ke luar, kemudian mereka bersetubuh dengan perempuan itu dan semalam-malaman itu mereka mempermainkannya, sampai pagi. Barulah pada waktu fajar menyingsing mereka melepaskan perempuan itu.
19:26 Menjelang pagi perempuan itu datang kembali, tetapi ia jatuh rebah di depan pintu rumah orang itu, tempat tuannya bermalam, dan ia tergeletak di sana sampai fajar.
19:27 Pada waktu tuannya bangun pagi-pagi, dibukanya pintu rumah dan pergi ke luar untuk melanjutkan perjalanannya, tetapi tampaklah perempuan itu, gundiknya, tergeletak di depan pintu rumah dengan tangannya pada ambang pintu.
19:28 Berkatalah ia kepada perempuan itu: “Bangunlah, marilah kita pergi.” Tetapi tidak ada jawabnya. Lalu diangkatnyalah mayat itu ke atas keledai, berkemaslah ia, kemudian pergi ke tempat kediamannya.
19:29 Sesampai di rumah, diambilnyalah pisau, dipegangnyalah mayat gundiknya, dipotong-potongnya menurut tulang-tulangnya menjadi dua belas potongan, lalu dikirimnya ke seluruh daerah orang Israel.
JIKA CUPLIKAN KECIL INI TIDAK MEMUASKAN ANDA
Maka bukalah pasal-pasal dan ayat-ayat Injil berikut ini di rumah. Jangan lupa untuk menandainya dengan warna merah agar mudah dijadikan referensi.
• ( Injil – Kidung Agung 1: 12-13).
Berkata wanita tersebut –Sementara sang raja duduk pada mejanya, semerbak bau narwastuku.
1:13 Bagiku kekasihku bagaikan sebungkus mur, tersisip di antara buah dadaku.
(Injil – Kidung Agung 3: 1-4)
Di atas ranjangku pada malam hari kucari jantung hatiku. “… ketika saya menemuinya … Kupegang dan tak kule-paskan dia, sampai kubawa dia kerumah ibuku, ke ka-mar di mana aku lahir.”
• (Injil – Kidung Agung 4: 1-7).
“Lihatlah, cantik engkau, manisku …
bibirmu bagaikan seutas pita kirmizi…
buah dadamu seperti anak rusa …. Lingkar pahamu seperti permata …. Saya berkata, ‘Saya akan memanjat pohon palem … Oh, buah dadamu seperti sekelompok anggur’. ”
• (Injil – Amsal 7: 7-22)
“Dia memegang dan menciumnya …. Marilah kita memuaskan birahi hingga pagi hari, dan bersama-sama menikmati asmara. Karena suamiku tidak di rumah, ….”
• (Injil – Hakim-hakim 16: 1).
“Dan Simson pergi ke Gaza, dilihatnya di sana seorang perempuan sundal (seorang Wanita Tuna Susila), dan dia menghampirinya (melakukan hubungan seksual dengan-nya). ”
REFERENSI DARI KITAB KIDUNG-KIDUNG DAN AMSAL
(Kidung Agung, 1: 16)
1:16 –Lihatlah, tampan engkau, kekasihku, sungguh menarik; sungguh sejuk petiduran kita.
(Kidung Agung 2: 9-10)
Kekasihku serupa kijang, atau anak rusa. Lihatlah, ia berdiri di balik dinding kita, sambil menengok-nengok melalui tingkap-tingkap dan melihat dari kisi-kisi.
Kekasihku mulai berbicara kepadaku: “Bangunlah manisku, jelitaku, marilah!
(Kidung Agung 3: 1-4)
Di atas ranjangku pada malam hari kucari jantung hatiku. Kucari, tetapi tak kutemui dia.
Aku hendak bangun dan berkeliling di kota; di jalan-jalan dan di lapangan-lapangan kucari dia, jantung hatiku. Kucari, tetapi tak kutemui dia.
Aku ditemui peronda-peronda kota. “Apakah kamu melihat jantung hatiku?”
Baru saja aku meninggalkan mereka, kutemui jantung hatiku; kupegang dan tak kulepaskan dia, sampai kubawa dia ke rumah ibuku, ke kamar orang yang melahirkan aku.
(Kidung Agung 4: 1-4)
Lihatlah, cantik engkau, manisku, sungguh cantik engkau! Bagaikan merpati matamu di balik telekungmu. Rambutmu bagaikan kawanan kambing yang bergelombang turun dari pegunungan Gilead.
Gigimu bagaikan kawanan domba yang baru saja dicukur, yang keluar dari tempat pembasuhan, yang beranak kembar semuanya, yang tak beranak tak ada.
Bagaikan seutas pita kirmizi bibirmu, dan elok mulutmu. Bagaikan belahan buah delima pelipismu di balik telekungmu.
Lehermu seperti menara Daud, dibangun untuk menyimpan senjata. Seribu perisai tergantung padanya dan gada para pahlawan semuanya.
Seperti dua anak rusa buah dadamu, seperti anak kembar kijang yang tengah makan rumput di tengah-tengah bunga bakung.
Sebelum angin senja berembus dan bayang-bayang menghilang, aku ingin pergi ke gunung mur dan ke bukit kemenyan.
Engkau cantik sekali, manisku, tak ada cacat cela padamu.
Turunlah kepadaku dari gunung Libanon, pengantinku, datanglah kepadaku dari gunung Libanon, turunlah dari puncak Amana, dari puncak Senir dan Hermon, dari liang-liang singa, dari pegunungan tempat macan tutul!
Engkau mendebarkan hatiku, dinda, pengantinku, engkau mendebarkan hati dengan satu kejapan mata, dengan seuntai kalung dari perhiasan lehermu.
Betapa nikmat kasihmu, dinda, pengantinku! Jauh lebih nikmat cintamu dari pada anggur, dan lebih harum bau minyakmu dari pada segala macam rempah.
Bibirmu meneteskan madu murni, pengantinku, madu dan susu ada di bawah lidahmu, dan bau pakaianmu seperti bau gunung Libanon.
Dinda, pengantinku, kebun tertutup engkau, kebun tertutup dan mata air termeterai.
Tunas-tunasmu merupakan kebun pohon-pohon delima dengan buah-buahnya yang lezat, bunga pacar dan narwastu,
narwastu dan kunyit, tebu dan kayu manis dengan segala macam pohon kemenyan, mur dan gaharu, beserta pelbagai rempah yang terpilih.
O, mata air di kebun, sumber air hidup, yang mengalir dari gunung Libanon!
Bangunlah, hai angin utara, dan marilah, hai angin selatan, bertiuplah dalam kebunku, supaya semerbaklah bau rempah-rempahnya! Semoga kekasihku datang ke kebunnya dan makan buah-buahnya yang lezat.
Kidung Agung 5: 2: 5)
Aku tidur, tetapi hatiku bangun. Dengarlah, kekasihku mengetuk. “Bukalah pintu, dinda, manisku, merpatiku, idam-idamanku, karena kepalaku penuh embun, dan rambutku penuh tetesan embun malam!”
Bajuku telah kutanggalkan, apakah aku akan mengenakannya lagi? Kakiku telah kubasuh, apakah aku akan mengotorkannya pula?”
Kekasihku memasukkan tangannya melalui lobang pintu, berdebar-debarlah hatiku.
Aku bangun untuk membuka pintu bagi kekasihku, tanganku bertetesan mur; bertetesan cairan mur jari-jariku pada pegangan kancing pintu.
(Kidung agaung 6: 4)
Cantik engkau, manisku, seperti kota Tirza, juita seperti Yerusalem, dahsyat seperti bala tentara dengan panji-panjinya.
(Kudung Agung, 7: 1-9))
Betapa indah langkah-langkahmu dengan sandal-sandal itu, puteri yang berwatak luhur!
Lengkung pinggangmu bagaikan perhiasan,
Pusarmu seperti cawan yang bulat, yang tak kekurangan anggur campur. Perutmu timbunan gandum, berpagar bunga-bunga bakung.
buah dadamu seperti dua anak rusa, seperti anak kembar kijang.
Lehermu bagaikan menara gading, matamu bagaikan telaga di Hesybon,
Betapa cantik, betapa jelita engkau, hai tercinta di antara segala yang disenangi.
Sosok tubuhmu seumpama pohon korma dan buah dadamu gugusannya.
Kataku: “Aku ingin memanjat pohon korma itu dan memegang gugusan-gugusannya
Kiranya buah dadamu seperti gugusan anggur dan nafas hidungmu seperti buah apel.
Kata-katamu manis bagaikan anggur!” Ya, anggur itu mengalir kepada kekasihku dengan tak putus-putusnya, melimpah ke bibir orang-orang yang sedang tidur
Kidung Agung 6: 6-10)
Tangan kirinya ada di bawah kepalaku, tangan kanannya memeluk aku.
Kusumpahi kamu, puteri-puteri Yerusalem, demi kijang-kijang atau demi rusa-rusa betina di padang: jangan kamu membangkitkan dan menggerakkan cinta sebelum diingininya!
Dengarlah! Kekasihku! Lihatlah, ia datang, melompat-lompat di atas gunung-gunung, meloncat-loncat di atas bukit-bukit.
(Kidung agung 7: 1-13)
indah langkah-langkahmu dengan sandal-sandal itu, puteri yang berwatak luhur! Lengkung pinggangmu bagaikan perhiasan, karya tangan seniman.
Pusarmu seperti cawan yang bulat, yang tak kekurangan anggur campur. Perutmu timbunan gandum, berpagar bunga-bunga bakung.
Seperti dua anak rusa buah dadamu, seperti anak kembar kijang.
Lehermu bagaikan menara gading, matamu bagaikan telaga di Hesybon, dekat pintu gerbang Batrabim; hidungmu seperti menara di gunung Libanon, yang menghadap ke kota Damsyik.
Kepalamu seperti bukit Karmel, rambut kepalamu merah lembayung; seorang raja tertawan dalam kepang-kepangnya.
Betapa cantik, betapa jelita engkau, hai tercinta di antara segala yang disenangi.
Sosok tubuhmu seumpama pohon korma dan buah dadamu gugusannya.
Kataku: “Aku ingin memanjat pohon korma itu dan memegang gugusan-gugusannya Kiranya buah dadamu seperti gugusan anggur dan nafas hidungmu seperti buah apel.
Kata-katamu manis bagaikan anggur!” Ya, anggur itu mengalir kepada kekasihku dengan tak putus-putusnya, melimpah ke bibir orang-orang yang sedang tidur!
Kepunyaan kekasihku aku, kepadaku gairahnya tertuju.
Mari, kekasihku, kita pergi ke padang, bermalam di antara bunga-bunga pacar!
Mari, kita pergi pagi-pagi ke kebun anggur dan melihat apakah pohon anggur sudah berkuncup, apakah sudah mekar bunganya, apakah pohon-pohon delima sudah berbunga! Di sanalah aku akan memberikan cintaku kepadamu!
Semerbak bau buah dudaim; dekat pintu kita ada pelbagai buah-buah yang lezat, yang telah lama dan yang baru saja dipetik. Itu telah kusimpan bagimu, kekasihku!
(Kidung agung 8: 1-14)
O, seandainya engkau saudaraku laki-laki, yang menyusu pada buah dada ibuku, akan kucium engkau bila kujumpai di luar, karena tak ada orang yang akan menghina aku!
Akan kubimbing engkau dan kubawa ke rumah ibuku, supaya engkau mengajar aku. Akan kuberi kepadamu anggur yang harum untuk diminum, air buah delimaku.
Tangan kirinya ada di bawah kepalaku, tangan kanannya memeluk aku.
Kusumpahi kamu, puteri-puteri Yerusalem: mengapa kamu membangkitkan dan menggerakkan cinta sebelum diingininya?
Siapakah dia yang muncul dari padang gurun, yang bersandar pada kekasihnya? –Di bawah pohon apel kubangunkan engkau, di sanalah ibumu telah mengandung engkau, di sanalah ia mengandung dan melahirkan engkau.
Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN!
Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya. Sekalipun orang memberi segala harta benda rumahnya untuk cinta, namun ia pasti akan dihina.
Kami mempunyai seorang adik perempuan, yang belum mempunyai buah dada. Apakah yang akan kami perbuat dengan adik perempuan kami pada hari ia dipinang?
Bila ia tembok, akan kami dirikan atap perak di atasnya; bila ia pintu, akan kami palangi dia dengan palang kayu aras.
Aku adalah suatu tembok dan buah dadaku bagaikan menara. Dalam matanya ketika itu aku bagaikan orang yang telah mendapat kebahagiaan.
Salomo mempunyai kebun anggur di Baal-Hamon. Diserahkannya kebun anggur itu kepada para penjaga, masing-masing memberikan seribu keping perak untuk hasilnya.
Kebun anggurku, yang punyaku sendiri, ada di hadapanku; bagimulah seribu keping itu, raja Salomo, dan dua ratus bagi orang-orang yang menjaga hasilnya.
Hai, penghuni kebun, teman-teman memperhatikan suaramu, perdengarkanlah itu kepadaku!
Cepat, kekasihku, berlakulah seperti kijang, atau seperti anak rusa di atas gunung-gunung tanaman rempah-rempah.
Amsal 7: 16-19
Telah kubentangkan permadani di atas tempat tidurku, kain lenan beraneka warna dari Mesir.
Pembaringanku telah kutaburi dengan mur, gaharu dan kayu manis.
Marilah kita memuaskan berahi hingga pagi hari, dan bersama-sama menikmati asmara.
Karena suamiku tidak di rumah, ia sedang dalam perjalanan jauh,

• INJIL BERMAKSUD MELARANG HUBUNGAN SEKS YANG TIDAK WAJAR, TAPI PENYAJIAN AYAT-AYATNYA JUSTRU MEMBERIKAN BANYAK INFORMASI KEPADA KITA APA-APA YANG BELUM KITA KETAHUI
Imamat 18: 6-23
18:6. Siapapun di antaramu janganlah menghampiri seorang kerabatnya yang terdekat untuk menyingkapkan auratnya; Akulah TUHAN.
18:7 Janganlah kausingkapkan aurat isteri ayahmu, karena ia hak ayahmu; dia ibumu, jadi janganlah singkapkan auratnya.
18:8 Janganlah kausingkapkan aurat seorang isteri ayahmu, karena ia hak ayahmu.
18:9 Mengenai aurat saudaramu perempuan, anak ayahmu atau anak ibumu, baik yang lahir di rumah ayahmu maupun yang lahir di luar, janganlah kausingkapkan auratnya.
18:10 Mengenai aurat anak perempuan dari anakmu laki-laki atau anakmu perempuan, janganlah kausingkapkan auratnya, karena dengan begitu engkau menodai keturunanmu.
18:11 Mengenai aurat anak perempuan dari seorang isteri ayahmu, yang lahir pada ayahmu sendiri, janganlah kausingkapkan auratnya, karena ia saudaramu perempuan.
18:12 Janganlah kausingkapkan aurat saudara perempuan ayahmu, karena ia kerabat ayahmu.
18:13 Janganlah kausingkapkan aurat saudara perempuan ibumu, karena ia kerabat ibumu.
18:14 Janganlah kausingkapkan aurat isteri saudara laki-laki ayahmu, janganlah kauhampiri isterinya, karena ia isteri saudara ayahmu.
18:15 Janganlah kausingkapkan aurat menantumu perempuan, karena ia isteri anakmu laki-laki, maka janganlah kausingkapkan auratnya.
18:16 Janganlah kausingkapkan aurat isteri saudaramu laki-laki, karena itu hak saudaramu laki-laki.
18:17 Janganlah kausingkapkan aurat seorang perempuan dan anaknya perempuan. Janganlah kauambil anak perempuan dari anaknya laki-laki atau dari anaknya perempuan untuk menyingkapkan auratnya, karena mereka adalah kerabatmu; itulah perbuatan mesum.
18:18 Janganlah kauambil seorang perempuan sebagai madu kakaknya untuk menyingkapkan auratnya di samping kakaknya selama kakaknya itu masih hidup.
18:19. Janganlah kauhampiri seorang perempuan pada waktu cemar kainnya yang menajiskan untuk menyingkapkan auratnya.
18:20 Dan janganlah engkau bersetubuh dengan isteri sesamamu, sehingga engkau menjadi najis dengan dia.
18:21 Janganlah kauserahkan seorang dari anak-anakmu untuk dipersembahkan kepada Molokh, supaya jangan engkau melanggar kekudusan nama Allahmu; Akulah TUHAN.
18:22 Janganlah engkau tidur dengan laki-laki secara orang bersetubuh dengan perempuan, karena itu suatu kekejian.
18:23 Janganlah engkau berkelamin dengan binatang apapun, sehingga engkau menjadi najis dengan binatang itu. Seorang perempuan janganlah berdiri di depan seekor binatang untuk berkelamin, karena itu suatu perbuatan keji.
IMAMAT 20: 10-21
20:10. Bila seorang laki-laki berzinah dengan isteri orang lain, yakni berzinah dengan isteri sesamanya manusia, pastilah keduanya dihukum mati, baik laki-laki maupun perempuan yang berzinah itu.
20:11 Bila seorang laki-laki tidur dengan seorang isteri ayahnya, jadi ia melanggar hak ayahnya, pastilah keduanya dihukum mati, dan darah mereka tertimpa kepada mereka sendiri.
20:12 Bila seorang laki-laki tidur dengan menantunya perempuan, pastilah keduanya dihukum mati; mereka telah melakukan suatu perbuatan keji, maka darah mereka tertimpa kepada mereka sendiri.
20:13 Bila seorang laki-laki tidur dengan laki-laki secara orang bersetubuh dengan perempuan, jadi keduanya melakukan suatu kekejian, pastilah mereka dihukum mati dan darah mereka tertimpa kepada mereka sendiri.
20:14 Bila seorang laki-laki mengambil seorang perempuan dan ibunya, itu suatu perbuatan mesum; ia dan kedua perempuan itu harus dibakar, supaya jangan ada perbuatan mesum di tengah-tengah kamu.
20:15 Bila seorang laki-laki berkelamin dengan seekor binatang, pastilah ia dihukum mati, dan binatang itupun harus kamu bunuh juga.
20:16 Bila seorang perempuan menghampiri binatang apapun untuk berkelamin, haruslah kaubunuh perempuan dan binatang itu; mereka pasti dihukum mati dan darah mereka tertimpa kepada mereka sendiri.
20:17 Bila seorang laki-laki mengambil saudaranya perempuan, anak ayahnya atau anak ibunya, dan mereka bersetubuh, maka itu suatu perbuatan sumbang, dan mereka harus dilenyapkan di depan orang-orang sebangsanya; orang itu telah menyingkapkan aurat saudaranya perempuan, maka ia harus menanggung kesalahannya sendiri.
20:18 Bila seorang laki-laki tidur dengan seorang perempuan yang bercemar kain, jadi ia menyingkapkan aurat perempuan itu dan membuka tutup lelerannya sedang perempuan itupun membiarkan tutup leleran darahnya itu disingkapkan, keduanya harus dilenyapkan dari tengah-tengah bangsanya.
20:19 Janganlah kausingkapkan aurat saudara perempuan ibumu atau saudara perempuan ayahmu, karena aurat seorang kerabatnya sendirilah yang dibuka, dan mereka harus menanggung kesalahannya sendiri.
20:20 Bila seorang laki-laki tidur dengan isteri saudara ayahnya, jadi ia melanggar hak saudara ayahnya, mereka mendatangkan dosa kepada dirinya, dan mereka akan mati dengan tidak beranak.
20:21 Bila seorang laki-laki mengambil isteri saudaranya, itu suatu kecemaran, karena ia melanggar hak saudaranya laki-laki, dan mereka akan tidak beranak.

DENGAN MEMBACA AYAT-AYAT D IBAWAH INI, NILAI MORAL BAGAIMANAKAH YANG BISA ANDA DAPATKAN DARI FIRMAN TUHAN INI ?
• AIDS DAN HOMOSEKS, Injil memberikan penyebab penyakit ini: “ Janganlah engkau tidur dengan laki-laki secara orang bersetubuh dengan perempuan, karena itu suatu kekejian”.(Imamat 18: 22)
• BERKELAMIN DENGAN BINATANG: “Janganlah engkau berkelamin dengan binatang apapun, sehingga engkau menjadi najis dengan binatang itu. Seorang perempuan janganlah berdiri di depan seekor binatang untuk berkelamin, karena itu suatu perbuatan keji”.(Imamat 18: 23)
• KAUM SODOM DAN LESBIAN,
Penjelasan Injil mengapa manusia menjadi lesbian dan homoseksual: “1:24 Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka.
1:25 Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin.
1:26 Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan, sebab isteri-isteri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tak wajar.
1:27 Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka”. ( Roma 1: 24-27)
• PELACURAN.
16:26 Engkau bersundal dengan orang Mesir, tetanggamu, si aurat besar itu, sehingga persundalanmu bertambah-tambah, yang menimbulkan sakit hati-Ku.
16:27 Lihat, Aku telah melawan engkau dan telah mengurangi bagianmu dan menyerahkan engkau kepada kesewenang-wenangan orang-orang yang membenci engkau, yaitu perempuan-perempuan Filistin, yang merasa malu melihat tingkah lakumu yang mesum itu.
16:28 Engkau bersundal juga dengan orang Asyur, oleh karena engkau belum merasa puas; ya, engkau bersundal dengan mereka, tetapi masih belum merasa puas.
16:29 Engkau memperbanyak lagi persundalanmu dengan negeri perdagangan Kasdim, tetapi dengan itu juga engkau belum merasa puas.
16:30 Betapa besar hawa nafsumu itu, demikianlah firman Tuhan ALLAH, engkau yang melakukan segala-galanya ini, yaitu perbuatan seorang perempuan sundal jahanam”,(Yehezkiel 16: 26-28)
PELACURAN OLEH DUA ORANG KAKAK BERADIK, OHOLA DAN OHOLIBA
dua orang bersaudara berkompetisi satu sama lain dalam hal prostitusi. ( Yehezkiel 23: 1-49)
• PERKOSAAN DAN PEMBUNUHAN SADISME.
Hakim-hakim 19: 22-29
19:24 Tetapi ada anakku perempuan, yang masih perawan, dan juga gundik orang itu, baiklah kubawa keduanya ke luar; perkosalah mereka dan perbuatlah dengan mereka apa yang kamu pandang baik, ”
19:25 Tetapi orang-orang itu tidak mau mendengarkan perkataannya. Lalu orang Lewi itu menangkap gundiknya dan membawanya kepada mereka ke luar, kemudian mereka bersetubuh dengan perempuan itu dan semalam-malaman itu mereka mempermainkannya, sampai pagi. Barulah pada waktu fajar menyingsing mereka melepaskan perempuan itu.
19:29 Sesampai di rumah, diambilnyalah pisau, dipegangnyalah mayat gundiknya, dipotong-potongnya menurut tulang-tulangnya menjadi dua belas potongan, lalu dikirimnya ke seluruh daerah orang Israel”.(Hakim-Hakim 19: 22- 29)
• HUBUNGAN SEKSUAL ANTARA MERTUA DAN MENANTU PEREMPUANNYA.
16.Lalu berpalinglah Yehuda mendapatkan perempuan yang di pinggir jalan itu serta berkata: “Marilah, aku mau menghampiri engkau,” sebab ia tidak tahu, bahwa perempuan itu menantunya. 18. …maka ia menghampirinya. Perempuan itu mengandung dari padanya. (Kejadian 38: 16-18)
• HUBUNGAN SEKSUAL ANTARA AYAH DAN DUA ANAK PEREMPUANNYA.
33.Pada malam itu mereka memberi mereka minuman anggur, lalu masuklah yang lebih tua untuk tidur dengan ayahnya; dan ayahnya itu tidak mengetahui ketika anaknya itu tidur dan ketika ketika ia bangun. 34.Keesokan harinya berkatalah kakaknya kepada adinya: “Tadi malam aku telah tidur dengan ayah; baiklah malam ini juga kita beri dia minum anggur; masuklah engkau untuk tidur dengan dia, supaya kita menyambung keturunan dari ayah kita.” 35.Demikianlah juga pada malam itu mereka memberi ayah mereka minum anggur, lalu bangunlah yang lebih muda untuk tidur dengan ayahnya; dan ayahnya itu tidak mengetahui ketika anaknyaitu tidur dan ketika ia bangun. 36.Lalu mengandunglah kedua anak Lot itu dari ayah mereka. (Kejadian 19: 30-36)
HUBUNGAN SEKSUAL ANTARA IBU DENGAN ANAK LAKI-LAKINYA.
(Kejadian 35: 22).
22. Ketika Israel ( nama lain dari Yakub) diam di negeri ini, terjadilah bahwa Ruben sampai tidur dengan Bilha, gundik ayahnya, dan kedengaranlah hal itu kepada israel.
• ANAK LAKI-LAKI MEMPERKOSA IBUNYA.
• 2 Samuel: 16:22-29
“Maka dibentangkanlah kemah bagi Absalom di atas sotoh, lalu Absalom menghampiri gundik-gundik ayahnya di depan mata seluruh Israel
ANAK LAKI-LAKI MEMPERKOSA ADIK PEREMPUANNYA, DAN KAKAKNYA YANG LAIN MENYETUJUINYA,
13:11 Ketika gadis itu menghidangkannya kepadanya supaya ia makan, dipegangnyalah gadis itu dan berkata kepadanya: “Marilah tidur dengan aku, adikku.”
13:12 Tetapi gadis itu berkata kepadanya: “Tidak kakakku, jangan perkosa aku, sebab orang tidak berlaku seperti itu di Israel. Janganlah berbuat noda seperti itu.
13:14 Tetapi Amnon tidak mau mendengarkan perkataannya, dan sebab ia lebih kuat dari padanya, diperkosanyalah dia, lalu tidur dengan dia.
13:20 Bertanyalah Absalom, kakaknya, kepadanya: “Apakah Amnon, kakakmu itu, bersetubuh dengan engkau? Maka sekarang, adikku, diamlah saja, bukankah ia kakakmu, janganlah begitu memikirkan perkara itu.” Lalu Tamar tinggal di rumah Absalom, kakaknya itu, seorang diri. ( 2 Samuel 13: 14, 20)
BAGAIMANA MENGETAHUI PEREMPUAN YANG MASIH PERAWAN DAN BUKAN ?
Bilangan 31: 1-18
31:1. TUHAN berfirman kepada Musa:
31:2 “Lakukanlah pembalasan orang Israel kepada orang Midian; kemudian engkau akan dikumpulkan kepada kaum leluhurmu.”
31:3 Lalu berkatalah Musa kepada bangsa itu: “Baiklah sejumlah orang dari antaramu mempersenjatai diri untuk berperang, supaya mereka melawan Midian untuk menjalankan pembalasan TUHAN terhadap Midian.
31:4 Dari setiap suku di antara segala suku Israel haruslah kamu menyuruh seribu orang untuk berperang.”
31:5 Demikianlah diserahkan dari kaum-kaum Israel seribu orang dari tiap-tiap suku, jadi dua belas ribu orang bersenjata untuk berperang.
31:6 Lalu Musa menyuruh mereka untuk berperang, seribu orang dari tiap-tiap suku, bersama-sama dengan Pinehas, anak imam Eleazar, untuk berperang, dengan membawa perkakas tempat kudus dan nafiri-nafiri pemberi tanda semboyan.
31:7. Kemudian berperanglah mereka melawan Midian, seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa, lalu membunuh semua laki-laki mereka.
31:8 Selain dari orang-orang yang mati terbunuh itu, merekapun membunuh juga raja-raja Midian, yakni Ewi, Rekem, Zur, Hur dan Reba, kelima raja Midian, juga Bileam bin Beor dibunuh mereka dengan pedang.
31:9 Kemudian Israel menawan perempuan-perempuan Midian dan anak-anak mereka; juga segala hewan, segala ternak dan segenap kekayaan mereka dijarah,
31:10 dan segala kota kediaman serta segala tempat perkemahan mereka dibakar.
31:11 Kemudian diambillah seluruh jarahan dan seluruh rampasan berupa manusia dan hewan itu,
31:12 dan dibawalah orang-orang tawanan, rampasan dan jarahan itu kepada Musa dan imam Eleazar dan kepada umat Israel, ke tempat perkemahan di dataran Moab yang di tepi sungai Yordan dekat Yerikho.
31:13. Lalu pergilah Musa dan imam Eleazar dan semua pemimpin umat itu sampai ke luar tempat perkemahan untuk menyongsong mereka.
31:14 Maka gusarlah Musa kepada para pemimpin tentara itu, kepada para kepala pasukan seribu dan para kepala pasukan seratus, yang pulang dari peperangan,
31:15 dan Musa berkata kepada mereka: “Kamu biarkankah semua perempuan hidup?
31:16 Bukankah perempuan-perempuan ini, atas nasihat Bileam, menjadi sebabnya orang Israel berubah setia terhadap TUHAN dalam hal Peor, sehingga tulah turun ke antara umat TUHAN.
31:17 Maka sekarang bunuhlah semua laki-laki di antara anak-anak mereka, dan juga semua perempuan yang pernah bersetubuh dengan laki-laki haruslah kamu bunuh.
31:18 Tetapi semua orang muda di antara perempuan yang belum pernah bersetubuh dengan laki-laki haruslah kamu biarkan hidup bagimu.
CATATAN:
Ayat diatas membicarakan tentang dua kelompok yang sedang berperang, dimana salah satunya telah memenangkan pertempuran tersebut. Kemudian terjadialh pihak yang kalah dan menjadi tawanan perang bagi yang menang. Selanjutnya Tuhan memerintahkan untuk membunuh semua tawanan perang baik dari pihak laki-laki atau perempuan. Tetapi Tuhan memerintahkan bagi yang perempuan yang masih “perawan” dan belum pernah bersetubuh dengan laki-laki, Jangan dibunuh! biarkanlah ia hidup bagimu.
Bagaimanakah Anda (Misalkan Anda sedang sebagai prajurit-prajurit Salibis), apa yang Anda lakukan menanggapi perintah ini? Untuk membunuh semua tawanan laki-laki, tentu tidaklah sulit dilakukan oleh seorang prajurit. Tapi untuk perintah untuk membunuh semua perempuan, kecuali yang masih gadis atau belum pernah disetubuhi oleh laki-laki, tentu tidak semudah perintah pertama. Yang Anda harus lakukan adalah mengambil wanita-wanita itu satu-persatu untuk di ‘tets’ apakah dia masih perawan atau tidak. Bagaimana cara Anda mengetestnya? Tentu Anda harus meniduri wanita itu satu-persatu, barulah Anda tahu wanita ini masih gadis atau sudah pernah disetubuhi oleh laki-laki. Ini tentu pekerjaan berat bagi seorang prajurit, kecuali memang moralnya telah bejat!. Tapi ini sebuah perintah dari firman Tuhan yang ada di Bible. Anda harus melaksanakannya. Kalau tidak! Anda bukan hamba Allah yang patuh!.
Permasalahannya adalah, apakah ada perempuan yang mau diperlakukan demikian? Adakah perempuan yang sudi atau rela dirinya untuk ditest apakah ia masih perawan atau bukan?, tentu tidak! Jangankah mereka yang masih perawan.., yang sudah pernah bersetubuh pun tentu tidak mau.
Tapi perintah tetaplah perintah!, apalagi perintah ini datangnya dari Tuhan! Maka akhirnya diperkosalah semua perempuan-perempuan yang ada, baik yang pernah disetubuhi oleh laki-laki maupun yang belum pernah bersetubuh, kemudian dikatakan: “Ini masih perawan, dan yang ini sudah tidak perawan”!
Maka setelah perintah itu dilaksanakan, hasilnya dilaporkan dengan hasil data sebagai berikut: “Selanjutnya orang-orang, yaitu perempuan-perempuan yang belum pernah bersetubuh dengan laki-laki, seluruhnya tiga puluh ribu orang. (Bilangan 31: 35)
Ada pun Injil , sayangnya ia tidak memberitahukan langkah-langkah lebih lanjut dari hasil yang di dapat ini, apakah perempuan-perempuan yang masih “perawan” ini akan dibawa pulang atau di diamkan begitu saja., !?

ONANISME: Penarikan Penis dari Vagina sebelum ejakulasi( Kamus “New Collins”) Istilah medisnya: “Coitus Interuptus”.
Lalu berkatalah Yehuda kepada Onan:
• “38:8 Lalu berkatalah Yehuda kepada Onan: “Hampirilah isteri kakakmu itu, kawinlah dengan dia sebagai ganti kakakmu dan bangkitkanlah keturunan bagi kakakmu.”
• 38:9 Tetapi Onan tahu, bahwa bukan ia yang empunya keturunannya nanti, sebab itu setiap kali ia menghampiri isteri kakaknya itu, ia membiarkan maninya terbuang, supaya ia jangan memberi keturunan kepada kakaknya”.(Kejadian 38: 8-9)

BUGIL( NABI TELANJANG): Jika seperti itu adalah para pemuka agama( Pendeta atau pemimpin-pemimpin mereka) Apakah Tuhan memberkati jemaat tersebut?
• 9:21 Setelah ia minum anggur, mabuklah ia dan ia telanjang dalam kemahnya”.(Kejadian 9:21)
• 6:20. Ketika Daud pulang untuk memberi salam kepada seisi rumahnya, maka keluarlah Mikhal binti Saul mendapatkan Daud, katanya: “Betapa raja orang Israel, yang menelanjangi dirinya pada hari ini di depan mata budak-budak perempuan para hambanya, merasa dirinya terhormat pada hari ini, seperti orang hina dengan tidak malu-malu menelanjangi dirinya!” ( 2 Samuel 6:20)
• 20:3 Berfirmanlah TUHAN: “Seperti hamba-Ku Yesaya berjalan telanjang dan tidak berkasut tiga tahun lamanya sebagai tanda dan alamat terhadap Mesir dan terhadap Etiopia,
20:4 demikianlah raja Asyur akan menggiring orang Mesir sebagai tawanan dan orang Etiopia sebagai buangan, tua dan muda, telanjang dan tidak berkasut dengan pantatnya kelihatan, suatu penghinaan bagi Mesir.( Yesaya 20:3-4)

ALKHOHOL DAN MABUK-MABUKAN. “Sebuah nasehat yang tidak baik didalam kitab Tuhan Bible!?
• 31:6 Berikanlah minuman keras itu kepada orang yang akan binasa, dan anggur itu kepada yang susah hati.
• 31:7 Biarlah ia minum dan melupakan kemiskinannya, dan tidak lagi mengingat kesusahannya.( Amsal 31: 6-7)
PESTA SEKS DAN MABUK- MABUKAN
Dalam sebuah keluarga yang kesepian, seorang ayah berzinah dengan anak-anak gadis nya, dan anak-anak gadisnya menyukai hal itu. (INCEST):
19:30. Pergilah Lot dari Zoar dan ia menetap bersama-sama dengan kedua anaknya perempuan di pegunungan, sebab ia tidak berani tinggal di Zoar, maka diamlah ia dalam suatu gua beserta kedua anaknya.
19:31 Kata kakaknya kepada adiknya: “Ayah kita telah tua, dan tidak ada laki-laki di negeri ini yang dapat menghampiri kita, seperti kebiasaan seluruh bumi.
19:32 Marilah kita beri ayah kita minum anggur, lalu kita tidur dengan dia, supaya kita menyambung keturunan dari ayah kita.”
19:33 Pada malam itu mereka memberi ayah mereka minum anggur, lalu masuklah yang lebih tua untuk tidur dengan ayahnya; dan ayahnya itu tidak mengetahui ketika anaknya itu tidur dan ketika ia bangun.
19:34 Keesokan harinya berkatalah kakaknya kepada adiknya: “Tadi malam aku telah tidur dengan ayah; baiklah malam ini juga kita beri dia minum anggur; masuklah engkau untuk tidur dengan dia, supaya kita menyambung keturunan dari ayah kita.”
19:35 Demikianlah juga pada malam itu mereka memberi ayah mereka minum anggur, lalu bangunlah yang lebih muda untuk tidur dengan ayahnya; dan ayahnya itu tidak mengetahui ketika anaknya itu tidur dan ketika ia bangun.
19:36 Lalu mengandunglah kedua anak Lot itu dari ayah mereka.

POLIGAMI
Tidak ada satupun perkataan yang mencela POLIGAMI di dalam kitab injil. Kebanyakan Nabi-nabi melakukan POLIGAMI.
11:3 Ia mempunyai tujuh ratus isteri dari kaum bangsawan dan tiga ratus gundik; isteri-isterinya itu menarik hatinya dari pada TUHAN.( 1 Raja- raja 11:3)

Ibrahim mempunyai istri-istri lebih dari satu dan juga Israel (Yakub) dan Raja Daud.

PENEGASAN SEORANG PSIKOLOG TENTANG PORNOGRAFI DI DALAM BIBLE
Dr. Vermon Joe, seorang psikolog Amerika yang ternama, melakukan eksperimen pada sekolompok anak sekolah yang usia dan status pendidikannya sama. Cerita-cerita tertentu dengan ‘bias’ khusus diceritakan kepada anak-anak tersebut. Kesimpulannya adalah, cerita-cerita ini membuat perubahan kecil tetapi permanen pada karakter anak-anak ini, meski di dalam situasi kelas terbatas.
Yan agak mengherankan, seorang penginjil Evangelest yang berpengaruh, Jimmy Swaggart, dalam bukunya tentang ‘Incest’ (perzinahan), meratapi adanya perzinahan antara para ayah dan anak perempuan yang telah mencapai proposi yang endemik di USA. Ada sebuah hukum yang berlaku, secara fisik adalah apa yang Anda makan dan secara moral dan mental Anda adalah apa yang dibaca.
George Bernarda Shaw dan dramawan besar inggris, sewaktu membaca Kitab Bible dengan teliti mengatakan bahwa kitaba tersebut adalah “Kitab yang paling bahaya di bumi.” Karenanya, jagalah Kitab tersebut dalam keadaan terkunci, larang anak-anak Anda untuk membacanya”.
Dalam majalah “The Plaint Truth”, sebuah terbitan aritikelnya mengatakan: “Banyak badan sensor akan memberi Bible rating “X” (Catatan: Pada masa pendiri majalah ini, Hebert Armstrong masih hidup, majalah ini mempunyai oplah penerbitan sekitar 8.000.000 buah per bulan yang dibagikan secara gratis. Tapi, sekarang penerusnya tidak melanjutkan hal tersebut.
MAJALAH ‘PLAY BOY” DAN “PENTHOUSE”
Kemudian, Anda dapat menerka dari mana kedua majalah Pornografi ini mendapatkan insprirasinya.
SEKARANG SAYA SUDAH MENGETAHUI PERBEDAAN ANTARA SESUDAH MEMBACA INJIL DAN SEBELUM MEMBACA INJIL.
Berdasarkan refrensi yang diambil dari Kitab Suci Injil, tentang ayat-ayat yang dikemukakan di atas, maka tanyakanlah bagi diri Anda sendiri atau bagi yang membacanya: “Nilai moral bagaimanakah yang bisa Anda dapatkan” dari sebuah Kitab Suci yang diakui berasal dari ‘Firman Tuhan’? dan bagaimana kita harus bersikap terhadapnya mengingat Kitab ini adalah sebagai “Petunjuk” bagu umat Kristiani yang akan membawa hidup dalam keselamatan:”Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.” (2 Timotius 3: 16).
jika Anda meyakininya bahwa semua apa yang tertulis di dalam Kitab Bible itu berasal dari firman Tuhan, maka
bila Anda sebagai seorang Kristiani yang baik, tentu Anda harus melaksanakan semua yang tertulis akan melaksanakan semua ajaran tersebut, termasuk dengan ayat-ayat yang telah kita salinkan di atas. Kemudian ajarkan pula kepada kelurga dan sanak famili serta kerabat-kerabat terdekat Anda. Inilah Kitab Bible yang akan membawa kepada keselamatan hidup. Anda tidak berhak untuk menyembunyikan daripada firman-firman Tuhan yang termaktub dalam Kitab Bible tersebut, atau memilah-milah Firman Tuhan dengan mengatakan bahwa: “Firman Tuhan yang ini baik diajarkan dan yang ini jangan!. Apalagi bila sampai terbaca oleh anak-anak.”
Bila sikap Anda demikian, berarti Anda lebih pintar daripada Tuhan yang telah menurnkan segala firman-Nya kepada umatnya. Atau, Anda mungkin meragukan firman tersebut?
Keimanan Anda sedang diuji sekarang!
APAKAH INJIL FIRMAN TUHAN?
Kebenaran suatu agama tergantung dari kebenaran dari suatu “Kitab” yang dipercayainya, apakah ia betul-betul dari Tuhan ataukah ia hanya tulisan-tulisan yang dibuat oleh manusia. Bisa jadi, mulanya ia adalah “Wahyu Tuhan”, kemudian dirombak dan diubah sedemikian rupa untuk disesuaikan dengan keyakinan atau fahan pribadi tertentu dikarenakan tangan-tangan jahat ikur campur di dalam “Wahyu Tuhan”.
Kriteria pertama sebagai tolok ukur dan kesucian daru “Kitab Suci Tuhan” adalah ia tidak dicampuri oleh hasil buah pikiran dan angan-angan manusia. Ia harus bebas dari kesalahan. Sebab, “Tuhan Yang Maha Benar” adalah sumber dari kebenaran dan mustahil “Dia” melakukan kesalahan.
Dengan demikian Wahyu dari Tuhan pasti tidak akan pernah salah dan tidak akan pernah mengalami perubahan, perbaikan, atau revisi penambahan dan pengurangan, walau satu iota atau satu titik. Jika ada Kitab yang dianggap suci mengalami hal tersebut di atas, berarti ia bukan kitab suci namanya, melainkan sebuah tulisan manusia belaka yang mengaku sebagai “wakil” dari Tuhan yang memegang otoritas kekuasaan untuk menulis sebuah kitab suci dengan beralasan ia mendapatkan “bisikan” atau “ilham” dari Tuhannya. Padahal itu semua adalah kebohonan yang diada-adakan yang tidak bisa dipertanggung-jawabkan.
Dr. W. Graham Scroggle dari Moody Bible Institute, Chicago, adalah seorang penginjil yang paling dihormati di dunia, ia menjawab pertanyaan: “Apakah Injil merupakan firman Tuhan?” (Dan kalimat ini dijadikan judul dari buku karanganya), dibawah judul: ‘Bersifat Manusia, Juga Bersifat Ketuhanan.” Dikatakan pada halaman bukunya: “Benar, Injil adalah bersifat manusia, meski beberapa orang yang tidak berdasarkan pengetahuan, telah mengingkari hal ini. Kitab-kitab itu telah melalui pikiran manusia, ditulis dalam bahasa manusia, dengan tangan manusia, dan mengandung gaya karekteristik manusia.”
Salah seorang Kristen lainnya Kenneth Cragg, Uskup Anglican dari Yerusalem, berkata dalam bukunya “The Call Of The Minaret.” Pada halaman 277 ditulis: “Tidak demikian dengan ‘Perjanjian Baru’, terdapat penyingkatan dan editing, terdapat pilihan, reproduksi dan pembuktian. Dibalik penulisan kitab tersebut, terdapat pemikiran gereja, kitab itu mewakili pengalaman dan sejarah.”
3 PEMBUKTIAN, APAKAH INJIL FIRMAN TUHAN?
Sebagian dari “Orang-orang Islam” mengetahui bahwa dalam Injil ada 3 (tiga) tiga tingkatan kesaksian yang dapat dikenali tanpa harus ada pelatihan khusus: 1.Dalam Injil Anda dapat mengenali apa yang mungkun digambarkan sebagai “firman Tuhan”, 2.Anda juga dapat mengenali apa yang mungkin digambarkan sebagai “perkataan Nabi Tuhan”, 3.Dan, Anda juga dapat mengamati bahwa Injil adalah catatan dari para saksi yang mungkin melihat, mendengar, atau tulisan-tulisan seseorang berdasarkan cerita-cerita orang. Ini disebut “Perkataan Sejarahwan”.
TIPE PERTAMA
18:18 Seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya. (Ulangan 18: 18)
43:11 Aku, Akulah TUHAN dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku. (Yesaya, 43: 11))
45:22 Berpalinglah kepada-Ku dan biarkanlah dirimu diselamatkan, hai ujung-ujung bumi! Sebab Akulah Allah dan tidak ada yang lain. (Yesaya, 45: 22)
KETERANGAN: :Perhatikanlah kata ganti orang pertama (yang diberi tekanan dan garis) dalam regerensi di atas dan tanpa kesulitan Anda akan menyetujui bahwa redaksi pernyataan tersebut sepertinya layak sebagai “Firman Tuhan”.
TIPE KEDUA
27:46 Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: “Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? (Matius 27: 46).
12:29 Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. (Markus 12: 29).
10:18 Jawab Yesus: “Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja.(Markus 10: 18).
KETERANGAN: :Perhatikanlah, bahkan seorang anak kecil pun dapat menegaskan bahwa: “Yesus berseru..”, “Yesus menjawab”, dan “Yesus berkata”, adalah perkataan dari orang yang dijadkan sebagai utusan-Nya, yaitu perkataan “Nabi Tuhan.”
TIPE KETIGA
11:13 Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara. (Markus 11: 13)
KETERANGAN: :Kesaksian tipe ketiga ini banyak sekali terdapat di Injil, bahkan lebih mendominasi dari pada kesaksian tipe pertama atau kedua. Perhatikanlah kata ganti kepunyaan yang telah diberi tekanan dan garis bawah, itu semua adalah bukan firman Tuhan atau perkataan Nabi-Nya, tetapi “Perkataan Sejarahwan”.
Sampai di sini, terjawablah tentang pertanyaan: “Apakah Injil Firman Tuhan”? Jawabnya adalah bahwa Injil berisikan berbagai literatur, dan dimungkinkan di dalamnya ada ‘Firman Tuhan’, atau ‘Perkataan Nabi-Nya’, tapi yang telah jelas adalah bahwa di dalam Injil lebih didominasi dengan “Perkataan Sejarahwan”. Kita tidak dapat memastikan apakah Firman Tuhan atau Perkataan Nabai-Nya juga bersih dari turut campurnya “Tangan-tangan” para sejarahwan?
Apakah Injil Firman Tuhan? Jawabannya adalah seperti yang dikatakan oleh Dr. W. Graham Scroggle dari Moody Bible Institute, Chicago, adalah seorang penginjil yang paling dihormati di dunia, “ Benar, Injil adalah bersifat manusia, meski beberapa orang yang tidak berdasarkan pengetahuan, telah mengingkari hal ini. Kitab-kitab itu telah melalui pikiran manusia, ditulis dalam bahasa manusia, dengan tangan manusia, dan mengandung gaya karekteristik manusia.” Dan seperti yang telah dikatakan oleh Salah seorang Kristen lainnya Kenneth Cragg, Uskup Anglican dari Yerusalem, berkata dalam bukunya “The Call Of The Minaret.” Pada halaman 277 ditulis: “Tidak demikian dengan ‘Perjanjian Baru’, terdapat penyingkatan dan editing, terdapat pilihan, reproduksi dan pembuktian. Dibalik penulisan kitab tersebut, terdapat pemikiran gereja, kitab itu mewakili pengalaman dan sejarah.”
Sekarang tinggal Anda sendiri yang harus pandai-pandai mengenali Kitab Anda (Injil), “Dimanakah di dalam Injil yang dimungkin firman Tuhan, atau perkataan Nabi-Nya (Jesus Kristus? Sedangkan perkataan dari para sejarahwan, Anda harus ingat apa yang dipesankan oleh Jesus Kristus kepada umatnya:
7:15. Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.
7:16 Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri?
7:17 Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.
7:18 Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik.
7:19 Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.
7:20 Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.
7:21. Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” (Matius 7: 15-23).
Sekarang Anda ditantang untuk menguji kebenaran apa yang dikatakan oleh Jesus Kristus, bahwa nabi-nabi palsu itu dapat dilihat dari pohonnya, “Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik”.
Anda sudah mengetahui tentang pohon yang Anda miliki (Injil), dan bila Anda sungguh-sungguh melaksanakan ajaran itu dan menjalankan semua ayat-ayatnya, tentu buah yang dihasilkannya sudah bisa Anda tebak. Tapi kebanyakan orang-orang Kristen tidak menjalankan Kitabnya (Injil) secara sungguh-sungguh, sehingga kebenaran apa yang diperkatakan oleh Jesus Kristus tidak bisa dibuktikan oleh dirinya. Hal ini disebabkan karena mereka di dalam beragama lebih banyak mengikuti prasangka atau mengikuti apa-apa yang dikatakan oleh para rahib dan para pendetanya. Hal ini telah dijelaskan dalam sebuah Kitab Suci (“Pohon”) yang dimilik oleh orang Islam (Al-Qur’an). diterangkan :
“Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah, dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putra Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (Qur’an, surat At-Taubah, 9: 31).
Sesungguhnya di antara mereka ada segolongan yang memutar-mutar lidahnya membaca Al Kitab, supaya kamu menyangka yang dibacanya itu sebagian dari Al Kitab, padahal ia bukan dari Al Kitab dan mereka mengatakan: “Ia (yang dibaca itu datang) dari sisi Allah”, padahal ia bukan dari sisi Allah. Mereka berkata dusta terhadap Allah, sedang mereka mengetahui.” (QS. Ali-Imran, 3: 78)
LELUHUR YANG HINA DAN FUNGSI ALKITAB
(2 Timotius 3: 16) 3:16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
Pengikut dan penyebar agama kristen suka sekali mengutip ayat 2 Timotius 3: 16 di atas. Mereka mengatakan, “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran…”Dalam hal ini kita dapat berselisih pendapat bahwa apapun yang berasal dari Tuhan melalui inpirasi atau wahyu, mempunyai 4 tujuan;
1. Memberi kita pelajaran;
2. Menegur kesalahan kita;
3. Memperbaiki kesalahan kita;
4. dan Menuntun kita pada kebenaran.
Bila itu semua adalah tujuan yang diperintahkan oleh Tuhan kepada umatnya, tanyakan kepada mereka tentang tujuan yang kelima, apakah mereka bisa memberikan tujuan ke lima dari firman Tuhan ini?
Kita langsung saja membuka Alkitab Injil pada Kej 38, sebagai pelajaran pertama yang diberikan Tuhan kita, Disana ada sejarah panjang tentang Yehuda, Nenek moyang Yahudi, kepada keluarga Yahudi, sekaligus sebagai nenek moyang Kristus “Pembawa Ajaran” Kitab injil ini. Kita akan mendapatkan bahwa kepala keluarga Yahudi ini menikah dengan Syua dan mendapatkan tiga anak laki-laki, Yaitu: Er, Onan dan Syela. Ketika anaknya yang tertua sudah cukup besar, ia menikahkan dengan seorang wanita bernama Tamar, Tetapi Er, anak sulung Yehuda itu, adalah jahat dimata Tuhan, maka Tuhan membunuh dia, ( Kej. 38: 7). Pada tujuan manakah pada empat prinsip di atas ( 2 Timotius 3:16) dapat kita kabarkan, kabar sedih ini?
Tuhan membunuh Er, karena jahat. ( Sebuah teguran). Tapi Tuhan tidak menjelaskan kejahatan yang dilakukan Er, dan tidak memperbaikai kesalahan Er. Ayat ini tidak memuat keempat prinsip dari tujuan Alkitab. (Memberikan kita pelajaran, Menegur kesalahan, dan menuntun kepada kebenaran, kecuali hanya teguran). Tuhan membunuh Er, karena ia jahat Titik. Tuhan akan memusnahkan kita apabila kita jahat. Kategori “Menegur”.
Kita lanjutkan cerita kaum Yahudi ini dengan kebiasaan mereka jika seorang kakak meninggal dan tidak mempunyai keturunan, maka kewajiban bagi adik laki-lakinya untuk merawat istrinya sehingga nama almarhum tetap abadi. Yehuda memerintahkan anak kaeduanya, Onan untuk menjalankan kewajibannya. Tetapi ada kecumburuan dalam hatinya, Ia tidak mau memberi keturunan pada Tamar istrinya karena faktor keturunannya itu akan tetap mamakai nama kakaknya, jadi “…dia membiarkan maninya terbuang…,”Tetapi yang dilakukan itu jahat dimata Tuhan, maka Tuhan membunuhnya juga.” (Kejadian 38: 9-10).
Kembali kita akan meletakkan cerita ini dalam prinsip 2 Timotius 3: 16,( sebagai menegur). Tapi tidak ada hadiah bagi jawaban yang mudah ini, melakukan kesalahan pasti akan ditegur dan dihukum oleh Tuhan! Siapapun Tuhan tantang itu. Tapi tujuan lain dari ayat ini yang akan memenuhi keempat prinsip 2 Timotius 3: 16, tidak didapati selain: Menegur..! atau dihukum..! Selanjutnya, Onan dilupakan dalam “Kitab suci” Injil. Ceritanya hilang begitu saja, tetapi ahli ilmu seksual Kristen mengabadikan namanya berkenaan dengan “Persetubuhan yang dilakukan Onan”. Mereka mengabadikan nama “Onanism” untuk istilah seksual: “Sebagai persetubuhan yang terganggu” ( nama “Onanism” sekarang di abadikan dalam Kamus Oxford) dalam buku tentang seks. Dalam istilah “Onanism” diartikan “Penarikan penis dari vagina perempuan sebelum ejakkulasi, dan menumpahkan air mani diluar”. Dalam istilah lain disebut: “Coitus Interruptus”.( Kamus “News Collins”). Hanya ini yang dapat kita ambil pelajarannya dari tujuan keempat prinsip 2 Timotius 3: 16)
Sekarang Yehuda menyuruh menantunya, Tamar untuk kembali ke rumah orang tuanya sampai anak ketiganya, Syela dewasa dan bisa melaksanakan kewajibannya.

BALAS DENDAM SEORANG WANITA.
Syela telah dewasa dan mungkin siap menikah dengan wanita lain, tetapi Yehuda tidak memenuhi janjinya kepada tamar. Dalam hatinya ia takut. Dia telah kehilangan dua anak laki-lakinya. Dalam pikirannya: “Jangan-jangan dia akan mati juga seperti kedua kakak-kakaknya. ( Kejadian 38: 11). Tamar yang merasa dirugikan ini memutuskan untuk membalas dendam pada bapak mertuanya, karena tidak memenuhi janjinya.
Setelah beberapa lama matilah Syua, istri Yehuda. Habis bergabung pergilah Yehuda ke Timna, kepada orang-orang yang menggunting bulu domba-dombanya, bersama dengan hira sahabatnya.
Ketika dikabarkan kepada Tamar: “Bapa mertuamu sedang dijalan ke Timna untuk menggunting bulu domba-dombanya, maka ditanggalkannya pakaian kejandaannya, ia bertelekung dan berselubung, lalu pergi duduk di pintu masuk ke Enaim Yang di jalan Timna, karena dilihatnya bahwa Syela telah menjadi besar, dan dia tidak diberikan kepadanya.
(Kejadian 38:15-18)
38:15 Ketika Yehuda melihat dia, disangkanyalah dia seorang perempuan sundal, karena ia menutupi mukanya.
38:16 Lalu berpalinglah Yehuda mendapatkan perempuan yang di pinggir jalan itu serta berkata: “Marilah, aku mau menghampiri engkau,” sebab ia tidak tahu, bahwa perempuan itu menantunya. Tanya perempuan itu: “Apakah yang akan kauberikan kepadaku, jika engkau menghampiri aku?”
38:17 Jawabnya: “Aku akan mengirimkan kepadamu seekor anak kambing dari kambing dombaku.” Kata perempuan itu: “Asal engkau memberikan tanggungannya, sampai engkau mengirimkannya kepadaku.”
38:18 Tanyanya: “Apakah tanggungan yang harus kuberikan kepadamu?” Jawab perempuan itu: “Cap meteraimu serta kalungmu dan tongkat yang ada di tanganmu itu.” Lalu diberikannyalah semuanya itu kepadanya, maka ia menghampirinya. Perempuan itu mengandung dari padanya.
APA KOMENTAR ANDA TENTANG KEJADIAN INI.
Sebelum kita mencari dimana kita akan meletakkan cerita cabul dan kotor ini dari injil, dalam empat prinsip 2 Timotius 3: 16, saya tertarik ingin bertanya, seperti juga mungkin anda ingin bertanya: “Pelajaran moral apakah yang bisa di dapatkan dari Firman Tuhan ini, bagi anda, keluarga, anak-anak gadis kita, kerabat dan umatnya tentang cerita ini? Tentu saja kita bisa menceritakan dongeng-dongeng pada keluarga dan anak-anak kita, tidak hanya untuk menyenangkan mereka saja, tetapi , melalui cerita itu kita bisa menyampaikan pelajaran tentang moral dibalik sebuah cerita, seperti kita sedang menceritakan pelajaran moral tentang “Rubah dan kebun Anggur”, “Srigala dan anak domba”, “Anjing dan bayangannya”, dan lain-lain, Bagaimana konyolnya cerita-cerita itu, tapi pesan moral termuat di dalamnya. Kita pun dapat dengan mudah menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mungkin terjadi.
Setelah si anak mendengar dari cerita-cerita yang kita sampaikan. Mereka bertanya karena ada suatu kesan didalam hatinya.
Tapi lihatlah cerita di atas ini, Pelajaran moral apa yang bisa kita dapatkan, dan apa yang akan kita sampaikan kepada keluarga dan anak-anak kita bila mereka mendengarkan cerita-cerita diatas tersebut, terutama pada anak-anak gadis kita? Dan apa yang akan anda jawab bila akaibat dari cerita di atas, akan timbul pertanyaan-pertanyaan dari anak-anak kita sebagai akibat “Kesan” yang timbul di dalam benaknya.
Disana ada cerita tentang “Onan” yang melakukan “Coitus Interuptus” yakni penarikan penis dari vagina perempuan sebelum ejekullasi, dan menumpahkan air mani diluar. “Disana ada cerita Yehuda yang beberapa kali tidak memenuhi janjinya. Disana ada cerita “Tamar yang melakukan dendam terhadap mertuanya.”Disana ada Yehuda yang belum lama ditinggal iserinya, tapi sudah terpikat kepada wanita sunda di pinggir jalan dan kemudian melakukan perzinahan. Mengapa Yehuda lupa dan tidak tahun kalau wanita itu adalah menantunya sendiri. Apakah saat mereka sedang melakukannya mereka tidak saling kenal? Dan banyak lagi seribu pertanyaan-pertanyaan
dan kesimpulan dari cerita firman Allah dalam Bible ini.
Anda sekarang sudah membacanya sendiri. Biasanya pengikut dan penyebar agama Kristen suka sekali bertanya dan mengulang-ngulang pertanyaan itu di dalam misinya: “Apakah Anda menerima Injil sebagai firman Tuhan? Kemudian mereka mengutip Injil 2 Timotius 3: 16: “3:16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.”
Maka sekarang pertanyaan itu dikembalikan kepada mereka: “Apakah Anda menerima Injil sebagai Firman Tuhan? Apakah ayat-ayat yang sedang kita bahas ini Anda mempercayainya sebagai firman Tuhan?
DILEMA ORANG TUA TERHADAP ANAK-ANAKNYA
Dr. Bernon Jones, seorang psikologi Amerika terkenal, mengadakan percobaan pada suatu group anak-anak dengan menceritakan kisah-kisah tertentu. Tokoh-tokoh dalam cerita itu sama untuk tiap-tiap group anak-anak yang berbeda-beda, tetapi perilaku tokoh-tokoh cerita itu berlawanan untukmasing-masing group. ST. George melawan singa dan gagah berani, tetapi untuk group lain, saat singat ingin menyergapnya, ST. George ketakutan dan lari mencari perlindungan dibalik baju ibunya. Kesimpulan dari Vernon Jones, “Cerita ini tentu saja kelihatannya remeh, tetapi merubah karakter secara permanen, bahkan dalam situasai di ruang kelas yang sempit itu.”
TIDAK BISA BERSEMBUNYI SELAMANYA
Kembali ke cerita sebelumnya, tiga bulan kemudian, dikabarkan kepada Yehuda bahwa menantunya bersundal dan telah mengandung dari persundalan itu. Lalu berkatalah Yehuda: “Bawalah perempuan itu supaya dibakar.” (Kej. 38: 24). Yehuda dengan sengaja telah menuduhnya sebagai orang jahat dan sekarang dengan sadisnya ia ingin membakarnya. Waktu akan dibawa, Tamar mengirim cap meterai, kalung dan tongkat kepada bapak mertuanya dan memintanya untuk mencari pemiliknya sebagai orang yang bertanggung-jawab atas kehamilannya. Yehuda memeriksanya dan dia mengakuinya bahwa menantunya itu ‘yang lebih benar’ dibandingkan dengan dirinya, ‘Yehuda tidak menguasainya lagi sekarang (Kej. 28: 26). Sekte kesaksian Yehova dalam Nesw World Tranlations menterjemahkan kutipan ayat tadi sebagai: “Dia tidak bersetubuh lagi dengan perempuan itu”. (Kesaksian Yehova lebih explisit dalam memilih katan-kata. Mereka tidak berkeberatan untukberterus terang. Inilah bukan terakhir yang kita dengar tentang Tamar dalam ‘Kitab Tuhan’ dimana penulis kitab suci ini mengabadikan namanya sebagai ‘Nenek-moyang dari Tuhan mereka’. Jesus Kristus.
PERZINAHAN DAN KETURUNAN YANG MASYUR
Di dalam akhir Kejadian 38, menceritakan duel dalam persalinan Tamar, tentang anaknya yang kembar yang berebut lahir lebih dulu dari rahim ibunya. Orang-orang Yahudi sangat cermat dalam mencatat siapa yang ‘lahir pertama’. Anak yang lahir pertama akan mendapat semua warisan ayahnya. Siapa yang menang dalam perlombaan kelahiran ini?
Tapi sekarang marilah kita lihat moral di sini, apa pesan moral dalam cerita ini? Dalam Injil 2 Timotius 3: 16, disebutkan bahwa “ Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran”. Dalam hal ini kita dapat berselisih pendapat bahwa apapun yang berasal dari Tuhan melalui inpirasi atau wahyu, mempunyai 4 tujuan;
1. Memberi kita pelajaran;
2. Menegur kesalahan kita;
3. Memperbaiki kesalahan kita;
4. dan Menuntun kita pada kebenaran.
Kamu ingat Er dan Onan, bagaimana Tuhan membunuh mereka karena dosa mereka? Dan pelajaran yang kita dapat dari kasus tersebut adalah “Menegur kesalahan”.
Tapi, dalam katagori yang mana bisa ditempatkan tentang perzinahan Yehuda terhadap menantunya Tamar dan anak-anaknya secara garis keturunan adalah “tidak syah” untuk sebuah “Silsilah Keturunan”. Kemudian masuk dalam kategori yang mana dalam Injil 2 Timotius di atas?
Semua karakter ini terkenal dalam ‘Firman Tuhan’ ini karena kejahatannya. Mereka menjadi ‘Nenek-moyang” dari “Anak Tuhan” Jesus Kristus? Dalam setiap versi Injil, orang Kristen telah membuat variasi panggilan dari nama-nama ‘Perjanjian Lama” (Kej. 38) ke dalam “Perjanjian Baru” (Matius 1: 3), untuk mengalihkan perhatian pembaca. Misalnya dari Pheres di Perjanjian Lama menjadi Peres di Perjanjian Baru. Dan Zarah menjdi Zerah dan Tamar menjadi Thamar. Untuk perubahan nama-nama mereka masih bisa melakukan revisi. Tapi bagaimana moral?
Tuhan memafaafkan Yehuda atas perzinahan yang dilakukannya. Tapi, terhadap Er dan Onan? Er dibunuh karena suatu kesalahan yang tidak jelas. Kemudian Onan di bunuh karena melakukan Onani saat berhubungan dengan Tamar.
9.Tetapi Onan tahu, bahwa bukan ia yang empunyai keturunan nanti, sebab itu setiap kali ia menghamiri isteri kakaknya itu, ia membiarkan maninya terbuang, supaya ia jangan memberi keturunan kepada kakaknya. 10.Tetapi yang dilakukan nya itu adalah jahat di mata TUHAN, maka TUHAN membunuh dia juga. (Kej. 38: 9).
Tamar yang penuh dengan dendam dan tipu muslihat kemudian menggoda mertuanya, Tuhan memaafkan! maka dalam kategori yang mana dari cerita ini dimasukan dalam Injil 2 Timotius 3: 16, apakah:
1. Memberi kita pelajaran;
2. Menegur kesalahan kita;
3. Memperbaiki kesalahan kita;
Tanyakan kepada para penginjil, pastur dan misionaris tentang permasalahan ini, karena tidak ada yang bisa membocorkan cerita cabul dan porno ini pada keempat kategori di atas. Tapi kategori ini harus diberikan! Sementara Injil 2 Timotius 3: 16 hanya memberikan 4 katagori. Akhirnya cerita ini hanya bisa dicatat dalam kategori “PORNOGRAFI”.
LARANG KITAB ITU?
• George Bernard Show mengatakan bahwa Injil adalah ‘Buku yang paling bernabaya di dunia’. Jagalah agar tetap tertutup rapat dan terkunci. Jauhkan Injil dari jangkauan anak-anak. Tetapi siapa yang mau mengikuti nasehatnya? Orang-orang Kristen itu pasti akan membuat larangan terhadap kitab suci apabila kitab suci itu adalah kitab suci ‘Hindu’, atau kitab suci ‘Budha’, atau kitab suci ‘Islam’. Tapi mereka sama sekali tidak melarang ‘Kitab Suci’ mereka sendiri, karena penyelematan mereka tergantung pada kitab tersebut.
• The Plan Truth, Oktober 1977. menulis, “Membacakan cerita-cerita dari Injil kepada anak-anak bisa membuka kesempatan untuk mendiskusikan moral seks. Satu kitab Injil yang belum dibersihkan pasti mendapat ranting “X” dari badan sensor