Latest Entries »

Qisim Al-Baqarah

Berkatalah ia: “TUHAN datang dari Sinai dan terbit kepada mereka dari Seir; Ia tampak bersinar dari pegunungan Paran dan datang dari tengah-tengah puluhan ribu orang yang kudus; di sebelah kanan-Nya tampak kepada mereka api yang menyala.” (Ulangan, 33: 1-2)
Ayat ini menyatakan bahwa dari tiga tempat, yakni: SINAI, SEIR dan PARAN, Tuhan Allah telah datang! Artnya, Firman Tuhan telah turun!
Sinai (Thursina) adalah nama suatu tempat dimana Tuhan telah menurunkan firman-Nya (Taurat) kepada Nabi Musa. Seir adalah nama suatu tempat dimana Tuhan menurukan firman-Nya kepada Nabi Isa (Jesus Kristus). Paran adalah nama suatu tempat dimana Tuhan telah menurunkan firman-Nya kepada Nabi Muhammad saw (Anak keturunan dari Nabi Ismael).
Baca selengkapnya…

Cuplikan Dari buku “The Choice” Ahmad Deedath
Di dalam kamus “News Collins” (News Collin Dictionary), Incest di artikan: “Hubungan seksual antara dua orang yang mempunyai hubungan yang sangat dekat (persaudaraan).
Pada umumnya pembaca akan kaget mendapatkan judul seperti itu dalam sebuah kitab yang diatributkan kepada Tuhan: “Hubungan seksual antara seorang mertua (Yehuda) dengan menantunya perempuannya (Tamar), yang kemudian dari hasil perzinahan tersebut lahirlah anak haram bernama Peres dan Zera (Kejadian 38: 1-30) yang kemudian menjadi nenek-moyang Jesus Kristus. (Matius, 1: 1-6).
Anda harus membacanya sendiri di dalam Alkitab (Bible) agar dapat mempercayainya!

Baca selengkapnya…

YESUS KRISTUS ANAK ALLAH

Menurut ajaran Kristen (Nasrani), bahwa Dzat Allah itu terdiri dari tiga oknum, yaitu: Allah Bapak, Allah Anak, dan Roh Kudus. Dan ketiganya menjadi Allah yang tunggal. Dzat Allah itu tidak dapat dibagi atas tiga bagian, melainkan senantiasa satu adanya. Demikian juga tiga oknum itu tiada terceraikan dari Dzat Allah.

Baca selengkapnya…

Islam Kaffah


Allah SWT. Berfirman:

”Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya (kaffah), dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu”. (QS. Al-Baqarah, 2: 208)

RINGKASNYA, yang dimaksud dengan Isalm kaffah  bermakna bahwa Islam adalah sebuah sistem universal yang sempurna, meliputi seluruh persoalan hidup manusia. Di dalamnya terdapat aqidah (keyakinan), ibadah, dan syariah.  Ketiganya merupakan tonggak penguat Islam Ia adalah jawaban universal yang sempurna bagi perkara duniawi dan ukhrawi yang meliputi masa dan tempat. Islam juga mencakup negara dan tanah air atau pemerintahan dan rakyat. Islam merupakan tata moral dan kekuatan atau hak dan keadilan. Islam adalah harta benda dan materi atau kerja usaha dan kekayaan. Islam juga merupakan jihad perjuangan dan seruan dakwah atau militer dan pemikiran (strategis). Begitulah nash-nash Al-Qur’an dan As-Sunnah menjelaskan.

Sedangkan rukun-rukunnya merupakan bagian/sub dari Islam, [bukan sebagai totalitas Islam]. Baca selengkapnya

Seorang tetangga datang untuk meminjam keledai Nasruddin.
“Keledai sedang dipinjam,” kata Nasruddin.
Pada saat itu binatang itu meringkik dari kandangnya. “Tetapi saya dengar ringkikannya,” kata tetangga itu. “Jadi siapa yang kaupercaya, keledai atau saya?”
Nashruddin Hoja adalah seorang Mullah (panggilan/gelar seorang tokoh agama Islam di Timur-Tengah, terutama yg berkecimpung di bidang tasawuf – kajian akhlak dan kejiwaan dalam Islam).

PERBEDAAN SEORANG MUSLIM DAN SEORANG KAFIR
Setiap muslim yakin dan percaya bahwa muslim berbeda dengan yang bukan muslim (kafir), bahwa seorang muslim lebih tinggi derajatnya daripada seorang kafir. Allah mencintai orang muslim dan membenci orang kafir; bahwa orang muslim akan memperoleh ampunan Tuhan; bahwa orang muslim akan masuk surga, sementara orang kafir akan masuk neraka.
Marilah kita pikirkan sunguh-sungguh, mengapa ada perbedaan yang begitu besar antara seorang muslim dan seorang kafir. Baca selengkapnya


من هداية الحمار -الذي هو ابلد الحيوانات – أن الرجل يسير به ويأتي به الى منزله من البعد في ليلة مظلمة فيعرف المنزل فإذا خلى جاء اليه ، ويفرق بين الصوت الذي يستوقف به والصوت الذي يحث به على السير فمن لم يعرف الطريق الى منزله – وهو الجنـــة – فهو أبلد من الحمار

Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata, “Salah satu kelebihan keledai – padahal ia adalah hewan paling pandir –  bahwasanya seseorang berjalan membawanya kerumahnya dari tempat yang jauh dalam kegelapan malam, maka keledai itu bisa mengenal rumah tersebut. Apabila dilepaskan (dalam kegelapan) dia bisa pulang kerumah tersebut, serta mampu membedakan antara suara yang memerintahkannya berhenti dan yang memerintahkan berjalan. Maka barangsiapa yang tidak mengenal jalan kerumahnya – yaitu surga – dia lebih pandir dari pada keledai”. (Syifaul ‘Aliil : 1/74)

Timur Lenk menghadiahi Nasrudin seekor keledai. Nasrudin menerimanya dengan senang hati. Tetapi Timur Lenk berkata, Ajari keledai itu membaca. Dalam dua minggu, datanglah kembali ke mari, dan kita lihat hasilnya.”

Nasrudin berlalu, dan dua minggu kemudian ia kembali ke istana. Tanpa banyak bicara, Timur Lenk menunjuk ke sebuah buku besar. Nasrudin menggiring keledainya ke buku itu, dan membuka sampulnya.
Si keledai menatap buku itu, dan tak lama mulai membalik halamannya dengan lidahnya. Terus menerus, dibaliknya setiap halaman sampai ke halaman akhir. Setelah itu si keledai menatap Nasrudin.
“Demikianlah,” kata Nasrudin, “Keledaiku sudah bisa membaca.”
Timur Lenk mulai menginterogasi, “Bagaimana caramu mengajari dia membaca ?”
Nasrudin berkisah, “Sesampainya di rumah, aku siapkan lembaran-lembaran besar mirip buku, dan aku sisipkan biji-biji gandum di dalamnya. Keledai itu harus belajar membalik-balik halam untuk bisa makan biji-biji gandum itu, sampai ia terlatih betul untuk membalik-balik halaman buku dengan benar.”
“Tapi,” tukas Timur Lenk tidak puas, “Bukankah ia tidak mengerti apa yang dibacanya ?”
Nasrudin menjawab, “Memang demikianlah cara keledai membaca: hanya membalik-balik halaman tanpa mengerti isinya. Kalau kita membuka-buka buku tanpa mengerti isinya, kita disebut setolol keledai, bukan ?”

Keledai pun Berfikir (“ Yang penting bukan apakah anda terjatuh, tetapi apakah anda bangkit kembali. “
( Vince Lombardi )
Jatuh bangun didalam merintis sebuah bisnis adalah suatu hal yang biasa. Untung, atau rugi, merupakan menu sarapan setiap hari yang dihadapi oleh seorang pengusaha. Bisa dibayangkan, bahwa untuk menjadi sukses, dan berada di puncak kesuksesan sebuah piramida bisnis, maka sebuah bisnis harus mampu melewati berbagai cobaan dan rintangan yang sangat-sangat luar biasa banyaknya. Dan karena itulah banyak orang berfikir bahwa berbisnis adalah sesuatu hal yang rumit dan sangat beresiko tinggi.
Namun perhatikanlah,

bacaselengkapnya