Berkatalah ia: “TUHAN datang dari Sinai dan terbit kepada mereka dari Seir; Ia tampak bersinar dari pegunungan Paran dan datang dari tengah-tengah puluhan ribu orang yang kudus; di sebelah kanan-Nya tampak kepada mereka api yang menyala.” (Ulangan, 33: 1-2)
Ayat ini menyatakan bahwa dari tiga tempat, yakni: SINAI, SEIR dan PARAN, Tuhan Allah telah datang! Artnya, Firman Tuhan telah turun!
Sinai (Thursina) adalah nama suatu tempat dimana Tuhan telah menurunkan firman-Nya (Taurat) kepada Nabi Musa. Seir adalah nama suatu tempat dimana Tuhan menurukan firman-Nya kepada Nabi Isa (Jesus Kristus). Paran adalah nama suatu tempat dimana Tuhan telah menurunkan firman-Nya kepada Nabi Muhammad saw (Anak keturunan dari Nabi Ismael).

Jadi, Sinai (Thursina), Seir dan Paran adalah nama tempat-tempat Nabi-nabi tersebut menerma ajaran dari Tuhan.
Inilah pokok persatuan agama yang diberitakan Alkitab, dimana firman-Nya dengan tiga perantaraan utusan-Nya, yakni, Musa, Jusus Kristus, dan Nabi Muhammad saw. anak dari keturunan Nabi Ismael.
Bila kita perhatikan redaksi ayat, pada kalimat: “Tuhan datang dar Sinai dan terbit dari Seir.” bentuk kalimat ini dipersatukan, kemudian dilanjutkan dengan ayat: “Ia tampak bersinar dari pegunungan Paran dan datang dari tengah-tengah puluhan ribu orang yang kudus; di sebelah kanan-Nya tampak kepada mereka api yang menyala.” (Ulangan, 33: 1-2)
Artinya, sepeti diketahui bahwa antara Musa dan Jesus Kristus adalah saudara atu keturunan dari ayahnya Abraham dengan isterinya Sarah. Karena itu, ketika Jesus Kristus datang membawa ajaran-Nya kepada kaumnya, maka dikatakanlah bahwa ia datang bukan untuk menghilangkan apa yang telah telah dibawa oleh Nabi Musa, tapi ia datang untuk menggenapinya” Berkatalah Jesus Kristus kepada kaumnya:
“Janganlah kamu menyangka, bahwa aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapi. 18.Karena aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap bumi dan langit ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.19.Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang paling tinggi di dalam Kerajaan Sorga. 20.Maka aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.(Matius 5: 17-20)
Demikianlah, kita dapati di dalam Alkitab yang da sekarang, berisikan ajaran yang dibawa oleh Nabi Musa (Taurat)) yang disebut “Perjanjian Lama” dan ajaran yang dibawa oleh Jesus Kristus (Injil) yang disebut “Perjanjian Baru”.
PARAN ADALAH SUATU TEMPAT DIMANA NABI ISMAIL DAN IBUNYA HAGAR MENETAP
Gunung Paran adalah sebuah gunung di negeri Mekah. Dalam kitab kejadian ayat 19-21 disebutkan:
21:19 Lalu Allah membuka mata Hagar, sehingga ia melihat sebuah sumur; ia pergi mengisi kirbatnya dengan air, kemudian diberinya anak itu minum.
21:20 Allah menyertai anak itu, sehingga ia bertambah besar; ia menetap di padang gurun dan menjadi seorang pemanah.
21:21 Maka tinggallah ia DI PADANG GURUN PARAN,
Dalam ayat-ayat di atas ini diceritakanlah tentang Hagar dengan anaknya , yaitu Nabi Ismael. Dalam ayat 21 diterangkan bahwa Ismail duduk di padang belantara Paran. Menurut sejarah, Ismail tinggal di negeri Mekah. Mata air yang dilihat Hagar itu ialah “mata air Zamzam” yang hingga kini terus menerus mengeluarkan airnya sebagai sebuah telaga di dekat ‘Bait Allah” di dalam masjid Mekah. George Zaidan, seorang pengarang Kristen Katolik di Mesir, menerangkan di dalam bukunya “Al Arab qabl-al Islam” (Arab sebelum Islam), bahwa Paran itu adalah nama gunung di Mekah. Dengan demikian diketahui bahwa padang belantara Paran it ialah negeri Mekah. Dan gunung Paran itu nama gunung di Mekah.
lDalam Kitab Habakuk pasal 3: 3 disebutkan bahwa Yang Maha Suci datang dari pegunungan Paran. Dan bumi pun penuh dengan pujinya, Nabi Muhammad saw. telah datang dari pegunungan Paran di tanah Mekah dan umat Islam telah memnuhi seluruh permukaan bumi dengan pujinya, sesuai dengan apa yang telah diterangkan dalam Kitab Perjanjian Lama di atas.
3:3. Allah datang dari negeri Teman dan Yang Mahakudus dari pegunungan PARAN. Sela. Keagungan-Nya menutupi segenap langit, dan bumipun penuh dengan pujian kepada-Nya.
ANAK-CUCU KETURUNAN NABI ISMAEL TINGGAL DI TIMUR MESIR (ARABIA)
25:17 Umur Ismael ialah seratus tiga puluh tujuh tahun. Sesudah itu ia meninggal. Ia mati dan dikumpulkan kepada kaum leluhurnya.
25:18 Mereka itu mendiami daerah dari Hawila sampai Syur, yang letaknya di sebelah timur Mesir ke arah Asyur. Mereka menetap berhadapan dengan semua saudara mereka. (Kejadian 25: 17-18).
DIMANAKAH LETAK TIMUR MESIR?
Bila kita membuka Alkitab pada halaman terakhir, maka disana terdapat gambar peta dunia, dan yang dimaksud dengan ‘Timur Mesir’ adalah daerah Arabia. Di sanalah kaum leluhur Ismael bertempat tinggal. Mereka menetap ‘berhadapan dengan saudaranya’ [yakni anak dari keturunan Ibrahim bersama istrinya Sara]. “Sara hidup seratus dua puluh tujuh tahun lamanya; itulah umur Sara. Kemudian matilah Sara di Kiryat-Arba, yaitu Hebron, di tanah Kanaan, lalu Abraham datang meratapi dan menangisinya.” (Kejadian 23: 2-3).

UCAPAN ILAHI TERHADAP ARABIA (BAKA)
“Ucapan ilahi terhadap Arabia. Di belukar di Arabia kamu akan bermalam, hai kafilah-kafilah orang Dedan!” (Yesaya 21: 13).
SIAPAKAH YANG DIMAKSUD DENGAN SEORANG LAKI-LAKI YANG LAKUNYA SEPERTI KELEDAI LIAR, DAN NANTINYA AKAN MEMBAWA RISALAH TUHAN?
16:7. Lalu Malaikat TUHAN menjumpainya dekat suatu mata air di padang gurun, yakni dekat mata air di jalan ke Syur.
16:8 Katanya: “Hagar, hamba Sarai, dari manakah datangmu dan ke manakah pergimu?” Jawabnya: “Aku lari meninggalkan Sarai, nyonyaku.”
16:9 Lalu kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: “Kembalilah kepada nyonyamu, biarkanlah engkau ditindas di bawah kekuasaannya.”
16:10. Lagi kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: “Aku akan membuat sangat banyak keturunanmu, sehingga tidak dapat dihitung karena banyaknya.”
16:11 Selanjutnya kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: “Engkau mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan akan menamainya Ismael, sebab TUHAN telah mendengar tentang penindasan atasmu itu.
16:12 Seorang laki-laki yang lakunya seperti keledai liar, demikianlah nanti anak itu; tangannya akan melawan tiap-tiap orang dan tangan tiap-tiap orang akan melawan dia, dan di tempat kediamannya ia akan menentang semua saudaranya.”
JESUS KRISTUS MENGABARKAN BILAKAH DATANGNYA LAKI-LAKI ITU,
Yohanes 14: 15-27, disebutkan:
4:15. “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.
14:16 Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,
14:17 yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.
14:18. Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu.
14:19 Tinggal sesaat lagi dan dunia tidak akan melihat Aku lagi, tetapi kamu melihat Aku, sebab Aku hidup dan kamupun akan hidup.
14:20 Pada waktu itulah kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.
14:21 Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.”
14:22 Yudas, yang bukan Iskariot, berkata kepada-Nya: “Tuhan, apakah sebabnya maka Engkau hendak menyatakan diri-Mu kepada kami, dan bukan kepada dunia?”
14:23 Jawab Yesus: “Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.
14:24 Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku.
14:25. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu;
14:26 tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.
14:27 Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.

Yohanes 15: 26-27, disebutkan:
15:26. Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.
15:27 Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku.”

Yohanes 16: 4-14, disebutkan:
16:4 Tetapi semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya apabila datang saatnya kamu ingat, bahwa Aku telah mengatakannya kepadamu.” (16-4b) “Hal ini tidak Kukatakan kepadamu dari semula, karena selama ini Aku masih bersama-sama dengan kamu,
16:5 tetapi sekarang Aku pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku, dan tiada seorangpun di antara kamu yang bertanya kepada-Ku: Ke mana Engkau pergi?
16:6 Tetapi karena Aku mengatakan hal itu kepadamu, sebab itu hatimu berdukacita.
16:7. Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.
16:8 Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman;
16:9 akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku;
16:10 akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi;
16:11 akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum.
16:12 Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya.
16:13 Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.
16:14 Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku.
16:15 Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya; sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku.”

lPada Nubuwah Nabi Isa (Jesus Kristus) ini dijelaskan, bahwa bilakah “laki-laki itu (Penolong lain) yaitu “Roh Kebenaran” akan datang ke muka bumi, yakni bila dirinya (Jesus Kristus) telah pergi ke Bapa (Tuhannya), sebab jika dirinya belum pergi, maka “Roh Kebenaran’ itu tidak akan datang: “Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu. (Yohanes 16: 7).
Demikianlah pemberitaan Jesus Kristus akan datangnya “Seorang laki-laki yang lakunya seperti keledai lir” yang dalam Injil Yohanes disebut sebagai “Penolong lain atau “Roh Kebenaran”, Ia akan datang bila dirinya telah tiada. Sekarang Jesus Kristus telah pergi ke Bapa (Tuhannya), maka benarlah apa yang diberitakannya, beberapa saat kemudian, di tanah Arabia (Paran), tepatnya dikota Baka (Mekah) muncullah seorang Nabi yang bernama “Muhammad saw” dari keturunan Nabi Ismael yang membawa firman-Nya.
“Ia tampak bersinar dari pegunungan Paran dan datang dari tengah-tengah puluhan ribu orang yang kudus; di sebelah kanan-Nya tampak kepada mereka api yang menyala.” (Ulangan, 33: 1-2)
KEMUDIAN DIAMLAH AWAN ITU DI PADANG GURUN PARAN.
“Kemudian diamlah awan itu di padang gurun Paran.” (Bilangan 10: 12). Artinya, “Titah Tuhan berdiam padang gurun Paran”.
9:15. Pada hari didirikan Kemah Suci, maka awan itu menutupi Kemah Suci, kemah hukum Allah; dan pada waktu malam sampai pagi awan itu ada di atas Kemah Suci, kelihatan seperti api.
9:16 Demikianlah selalu terjadi: awan itu menutupi Kemah, dan pada waktu malam kelihatan seperti api.
9:17 Dan setiap kali awan itu naik dari atas Kemah, maka orang Israelpun berangkatlah, dan di tempat awan itu diam, di sanalah orang Israel berkemah.
9:18 Atas titah TUHAN orang Israel berangkat dan atas titah TUHAN juga mereka berkemah; selama awan itu diam di atas Kemah Suci, mereka tetap berkemah.
9:19 Apabila awan itu lama tinggal di atas Kemah Suci, maka orang Israel memelihara kewajibannya kepada TUHAN, dan tidaklah mereka berangkat.
9:20 Ada kalanya awan itu hanya tinggal beberapa hari di atas Kemah Suci; maka atas titah TUHAN mereka berkemah dan atas titah TUHAN juga mereka berangkat.
9:21 Ada kalanya awan itu tinggal dari petang sampai pagi; ketika awan itu naik pada waktu pagi, merekapun berangkatlah; baik pada waktu siang baik pada waktu malam, apabila awan itu naik, merekapun berangkatlah.
9:22 Berapa lamapun juga awan itu diam di atas Kemah Suci, baik dua hari, baik sebulan atau lebih lama, maka orang Israel tetap berkemah dan tidak berangkat; tetapi apabila awan itu naik, barulah mereka berangkat.
9:23 Atas titah TUHAN mereka berkemah dan atas titah TUHAN juga mereka berangkat; mereka memelihara kewajibannya kepada TUHAN, menurut titah TUHAN dengan perantaraan Musa.” (Bilangan, 9: 15-23).
10:11. Pada tahun yang kedua, pada bulan yang kedua, pada tanggal dua puluh bulan itu, naiklah awan itu dari atas Kemah Suci, tempat hukum Allah.
10:12 Lalu berangkatlah orang Israel dari padang gurun Sinai menurut aturan keberangkatan mereka,
kemudian diamlah awan itu di padang gurun paran.
l Titah Tuhan berdiam di padang gurun Paran.” Artinya: Dengan berhentinya awan (Titah Tuhan) di padang gurun Paran, maka sempurnalah sudah risalah Tuhan yang dibawa mulai dari Sinai (Thursina) oleh Nabi Musa, kemudian Seir oleh Nabi Isa, dan yang terakhir adalah Nabi Muhammad saw.
Seperti telah dijelaskan di atas, bahwa Tuhan telah datang kepada Nabi Musa di Sinai (Thursina), kemudian terbit atau digenapi oleh Nabi Isa di Seir; [Seperti telah diketahui Nabi Isa datang adalah bukan untuk membawa ajaran baru atau untuk menghilangkan apa yang di bawa oleh Nabi Musa. Tapi, ia datang untuk menggenapinya]. “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. “(Matius 5: 17); Kemudian cahaya Tuhan disempurnakan di Paran oleh “Seorang laki-laki yang lakunya seperti keledai liar, demikianlah nanti anak itu; tangannya akan melawan tiap-tiap orang dan tangan tiap-tiap orang akan melawan dia, dan di tempat kediamannya ia akan menentang semua saudaranya.” (Kej. 16: 12). Laki-laki itu bernama Muhammad saw. Maka dengan datangnya Nabi itu, telah sempurnalah sudah ‘Risalah’ (agama) Tuhan di muka bumi, dan tidaklah ada lagi Nabi-nabi lain sesudahnya.
“Ia tampak bersinar dari pegunungan Paran dan datang dari tengah-tengah puluhan ribu orang yang kudus; di sebelah kanan-Nya tampak kepada mereka api yang menyala.” (Ulangan, 33: 1-2)

SEKARANG PUN KITA DAPAT MELIHAT CAHAYA ALLAH YANG BERSINAR DI PADANG GURUN PARAN
“Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Engkau, yang berhasrat mengadakan ziarah! Apabila melintasi lembah Baka (Mekah), mereka membuatnya menjadi tempat yang bermata air (Zamzam); bahkan hujan pada awal musim menyelubunginya dengan berkat. Mereka berjalan makin lama makin kuat, hendak menghadap Allah di Sion.” (Mazmur, 84: 5-8).
Baka (Mekah) adalah nama suatu tempat di daerah padang durun Paran, Arabia. Ditempat itu terdapat ‘Bait Allah’(Rumah Allah) yang disebut Ka’bah yang didalamnya terdapat sebuah ‘Mata Air’ yang disebut “Zamzam’. Di tempat inilah ‘Rumah Allah’ yang pertama kali dibangun oleh Nabi Ibrahim.
“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.” (Al-Qur’an, Ali Imran 3: 96).
Seperti telah diketahui bersama, bahkan dunia pun mengakuinya, bahwa keberadaan “Rumah Allah” di Baka (Mekah), telah menjadi ramai setiap harinya, baik siang dan malam, sebagai pusat peribadatan bagi umat Islam di seluruh penjuru dunia. Terlebih lagi bila ‘Musim Haji’ tiba, seluruh perhatian dunia mengarah kesana! Seluruh umat Islam dari segalam penjuru dunia dan dari berbagai macam bangsa datang mengalir kesana, baik mereka yang datang lewat darat, laut dan udara. Mereka hendak berziarah dan melakukan peribadatan di sana.
Mereka berjalan semakin lama semakin kuat hendak menghadap Tuhannya. Karena saking banyak dan padatnya yang datang berziarah ke sana, tampaklah seperti ribuan gerumunan semut yang yang berbaris rapi dan teratur berjalan mengitari “Rumah Allah’ dengan pakaian serba putih dan kudus sambil bertasbih (Mengucapkan puji-pujian) kepada Tuhannya. Suara puji-pujian itu terdengar membahana keseluruh penjuru dunia, baik dibelahan bumi bagian timur maupun dibelahan bumi bagian barat. Dan di dalam puji-pujian mereka kepada Tuhannya, nama Muhammad saw. selalu menyertainya dibelakang-Nya: “Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.” Kalimat ini selalu diulang-ulang, baik itu disiang hari maupun malam hari, dari matahari belum terbit (Shubuh) hingga matahari tenggelam (Maghrib), hingga semalam penuh, tiadalah pernah berhenti walau sesaat, walau sedetik.
Dan telah berjalan masa selama empat belas abad lamanya, tetapi puji-pujian itu tidak pernah diam, tidak pernah bungkam dan tidak pernah berhenti. Negara demi negara telah berganti pemimpin, keadaan demi keadaan telah bertukar. Tetapi seruan yang abadi itu tidak berubah, seruan yang telah tertanam dalam hati nurani zaman.
Inilah suatu bukti yang hidup dan nyata, bukti yang berbicara dan yang dapat kita saksikan sampai sekarang: “Ia tampak bersinar dari pegunungan Paran.” Dialah Muhammad saw.
KEMEGAHAN RUMAH ALLAH DI BAKA (MAKAH) MELEBIHI DARI RUMAH ALLAH YANG BERADA DI JERUSALEM, PALESTINA.
2:6 (2-7) Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam: Sedikit waktu lagi maka Aku akan menggoncangkan langit dan bumi, laut dan darat;
2:7 (2-8) Aku akan menggoncangkan segala bangsa, sehingga barang yang indah-indah kepunyaan segala bangsa datang mengalir, maka Aku akan memenuhi Rumah ini dengan kemegahan, firman TUHAN semesta alam.
2:8 (2-9) Kepunyaan-Kulah perak dan kepunyaan-Kulah emas, demikianlah firman TUHAN semesta alam.
2:9 (2-10) Adapun Rumah ini, kemegahannya yang kemudian akan melebihi kemegahannya yang semula, firman TUHAN semesta alam, dan di tempat ini Aku akan memberi damai sejahtera, demikianlah firman TUHAN semesta alam. (Hagai, 2: 7-10).
ADAPUN RUMAH ALLAH YANG BERADA DI YERUSALEM, PALESTINA TELAH MENJADI HANCUR
Di dalam Alkitab pada “Kamus Alkitab pada Daftar Kata Bait Allah/Bait Suci telah dikabarkan: “bahwa Bait Allah (Rumah Allah) yang ada di Yerusalem, Palestina yang dibangun oleh Raja Solomo (Sulaiman) dan kemudian telah dihancurkan oleh tentanra Babel. (586 Seb. Mas.). Setelah Pembuangan didirikan kembali di bawah pimpinan Zerubabel sekitar tahun 515 Seb. Mas. (bd. Ezra). Bait Suci itu menjadi pusat hidup keagamaan umat Yahudi, juga pada zaman Tuhan Yesus. Orang-orang Kristen pertama masih turut beribadah di situ, tetapi lama-kelamaan terjadi perpisahan antara mereka dengan orang-orang Yahudi (bd. Ms.). Bait Suci itu dimusnahkan pada tahun 70 Ses. Mas. oleh tentara Romawi di bawah jenderal Titus.”

About these ads